Berita » Partisipasi Peneliti Balitkabi pada ARCoFS 2021

Universiti Malaysia Kelantan, 9 Maret 2021, mengadakan  The 3rd  Asia Pasific Regional Conference On Food Security (ARCoFS). Penyelenggara konferensi adalah Fakultas Industri Berbasis Agro, yang bekerjasama dengan Institut Ketahanan Pangan dan Pertanian Berkelanjutan (Malaysia), Institut Manajemen Perkebunan Internasional (Malaysia), Vikrama Simhapuri University (India), IPB University (Indonesia), Bangladesh Agricultural University (Bangladesh), dan Putri Universitas Naradhiwas (Thailand).  Tujuan kongres adalah bertukar informasi terbaru tentang produksi pangan berkelanjutan dan mengidentifikasi hal-hal yang mempengaruhi ketahanan pangan, serta mengenali indikator utama kerawanan pangan dan rencana strategi proaktif  pada sektor ketahanan pangan. Empat topik utama dibahas dalam konferensi ini adalah agroteknologi berkelanjutan, ketahanan pangan dan iklim perubahan, pengembangan produk pertanian alternatif, dan ekonomi lingkungan. Kongres diikuti oleh 100 peserta, dari Malaysia dan negara-negara di Asia Pasifik seperti India, Bangladesh, Indonesia, dan Thailand.

Acara dibuka oleh Prof. Ts. Dr Arham Abdullah (Deputy Vice Chancellor of Research & Innovation, Universiti Malaysia Kelantan) dan Dato ‘Haji Che Abdullah Bin Mat Nawi (Wakil Menteri Pertanian dan Industri Pangan II, Malaysia). Pembicara utama (keynote speakers) disampaikan oleh Prof. Datin Paduka Dr. Fatimah binti Mohamed Arshad (Head of Agriculture and Food Security Cluster, Academy of Professors, Malaysia).

Pada The 3rd  ARCoFS 2021, diharapkan dapat memecahkan masalah ketahanan pangan saat ini, yang disebabkan oleh pandemi Covid-19. Isu global yang menyebabkan banyak negara berusaha keras mengoptimalkan sumber daya alam dan  untuk memastikan bahwa sektor pertanian tetap berfungsi menyediakan makanan berkualitas yang cukup dengan harga yang wajar, dan konsumen dapat mengakses pasokan bahan mentah pada saat pergerakan dan kehilangan sumber pendapatan. Peluang pada krisis Covid-19 ini perlu kita manfaatkan produksi di dalam negeri, terutama dari sektor pertanian yakni pangan. Secara tidak langsung mengurangi ketergantungan negara pada impor pangan dan menjamin keberlanjutan ketahanan pangan. Oleh sebab itu, diperlukan peningkatan produktivitas, produk yang lebih aman untuk dikonsumsi, dan distribusi yang lebih efisien. Selain itu, inovasi, diversifikasi, dan standar nutrisi harus ditingkatkan. Kita juga perlu  terus menerus mengingatkan petani dan produsen pangan untuk memberikan perhatian pada sisi pencemaran lingkungan dan degradasi tanah.

Pada ARCoFS 2021, dua makalah dari peneliti Balitkabi disampaikan secara oral, yakni Study on sweet potato market behavior in supporting food security (F. Rozi, N. Prasetiaswati, dan D.A.A Elisabeth) dan Economic feasibility of soybean cultivation using bio-pesticide technology (N. Prasetiaswati, Y. Prayogo, D.A.A Elisabeth, G.W.A. Susanto, M.S.Y.I. Bayu, D. Harnowo, dan M.J. Mejaya).

acrof acrof1
Penyampaian makalah oleh peneliti Balitkabi

NP/FR