Berita ยป PAT Kedelai di Lahan Perhutani

Perluasan Areal Tanam (PAT) merupakan opsi peningkatan produksi kedelai nasional, dan salah satunya dilakukan di lahan Perhutani, dibawah tegakan tanaman tahunan. Tanggal 26 Januari 2017 dilakukan panen raya kedelai PAT 2016 dan tanam perdana kedelai PAT 2017, bertempat di BKPH Dradah, RPH Sedah, Lamongan.

PAT kedelai di lahan Perhutani Lamongan.

PAT kedelai di lahan Perhutani Lamongan.

Kegiatan dihadiri oleh Direktur Budidaya Aneka Kacang dan Umbi Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kepada Divisi Regional Perhutani Jawa Timur, Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Diperta Jatim, Kepala Kehutanan, Kepala BPS Jatim, serta jajaran pemerintah daerah Kabupaten Lamongan. Dr. Didik Harnowo, Prof. Dr. Marwoto, Dr. Gatut Wahyu Anggoro Susanto dan Dr. Muchlish Adie ikut hadir pada acara tersebut.

Diawali oleh panen dan tanam kedelai PAT dengan menggunakan Varietas Anjasmoro, dan diskusi. Menurut Kepala Divre Perhutani Jatim, siap mendukung PAT kedelai dan tersedia lahan sekitar 281 ha pada musim tanam OkMar dan pada MT II tersedia seluas 24.000 ha yang potensial untuk pengembangan kedelai.

Disampaikan pula oleh Direktur Buakabi bahwa kegiatan ini merupakan realisasi kerjasama antara Menteri Pertanian dengan Perhutani dalam mendukung ketahanan pangan. Jatim merupakan provinsi potensial penyumbang kedelai nasional (sekitar 33,66%).

Diinstruksikan agar:

  1. Mmpertahankan PAT di perhutani, kedelai sebagai penyumbang kesuburan lahan,
  2. Terapkan teknologi spesifik lokasi,
  3. Bentuk penangkaran benih secara mandiri, dan
  4. PAT 2017 diharapkan 50% dari areal dipersiapkan untuk benih.

Bahkan disampaikan oleh Kabid Produksi Diperta Jatim, masih tersedia dukungan dana untuk 100.000 ha, asalkan Perhutani segera menyiapkan CPCLnya. Pada kesempatan tersebut disampaikan bantuan benih kedelai FS Varietas Dena 1 sebanyak 10 kg.

Luas PAT di Jatim adalah 6117,62 ha dan yang dilaksanakan di BKPH Dradah seluas 301,2 ha yang terbagi pelaksanaannya pada 11 pokja. Keragaan kedelai di lapang sangat variatif karena perbedaan pengelolaan dan tingkat kesuburan lahan (berbatu hingga subur).

Pada pertanaman kedelai dengan pertumbuhan optimal berpotensi berproduksi hingga 2,3 t/ha. Hasil ubinan adalah 1,8 t/ha. Diperkenalkannya Dena 1, menurut Kepala Divre Perhutani adalah harapan baik, karena berpeluang kedelai dikembangkan hingga tanaman jati berumur 3 tahun.

MMA