Berita ยป Patologi Benih dan Pengujian Kesehatan Benih Aneka Kacang

Jaminan kesehatan benih merupakan bagian penting dalam penyediaan benih berkualitas. Dengan benih berkualitas, petani akan sangat diuntungkan karena tanaman yang ditanam dapat tumbuh secara optimal karena terbebas dari penyakit yang terbawa benih.

Untuk memperoleh pemahaman tentang tahapan dalam pengujian kesehatan benih, Ir. Mudji Rahayu, M.S. sebagai ahli penyakit tanaman menyampaikan tahapan tersebut dalam seminar intern Balitkabi 5 Oktober 2015. Seminar dilaksanakan di Aula dan dihadiri oleh para peneliti dan beberapa Pejabat Struktural Balitkabi.

Dalam presentasinya beliau menjelaskan bahwa ketidaknormalan fungsi benih dapat disebabkan oleh mikroorganisme seperti jamur, bakteri, dan virus. Pada tanaman aneka kacang dan umbi, beberapa jenis pathogen jamur yang menular melalui benih antara lain Aspergilus, Fusarium, Sclerotium, Cercospora, Colletotrichum, Rhizoctonia, dan Phytophthora.

Dari jenis bakteri berupa Pseudomonas syringae (penyakit bacterial blight kedelai) dan Xanthomonas axonopodis (bakteri pustul kedelai), sedangkan dari kelompok virus diantaranya virus mozaik kedelai. Pengujian kesehatan benih memiliki beberapa fungsi diantaranya menjamin bahwa benih yang diproduksi dan disebarkan ke berbagai daerah tidak membawa sumber pathogen yang akan menular ke daerah lain.

Pengujian ini juga untuk menjelaskan apakah perlu perlakuan terhadap benih untuk mengendalikan penyakit. Metode pengujian benih dapat ditempuh melalui elektroforesis dan uji molekuler. Secara fisik, perlakuan benih dapat melalui perlakuan suhu hangat, perlakuan fungisida dengan Kaptan, Tiram, Karboksin, Triadimenol, dan perlakuan alami menggunakan minyak cengkeh dan mimba.

8-10-15

Beberapa macam penyakit yang disebabkan oleh jamur.

Sutrisno