Berita » Pekan Pertanian Spesifik Lokasi

Pencapaian empat sukses pembangunan pertanian 2010–2014, saat ini, menghadapi tantangan serius akibat perubahan iklim global. Perubahan iklim yang ditandai dengan adanya kenaikan frekuensi dan intensitas cuaca ektrim, suhu dan naiknya permukaan air laut secara langsung mengancam ketahanan pangan nasional. Menyikapi masalah tersebut, Badan Litbang Pertanian telah menghasilkan berbagai inovasi teknologi spesifik lokasi yang diharapkan dapat mengurangi dampak perubahan iklim dan menekan laju emisi Gas Rumah Kaca (GRK) akibat budidaya tanaman pangan, perkebunan, hortikultura, dan peternakan. Inovasi teknologi yang spesifik lokasi yang dikembangkan Badan Litbang Pertanian sebagai upaya adaptasi teknologi maupun sebagai langkah mitigasi terhadap perubahan iklim. Inovasi Badan litbang diarahkan untuk ramah lingkungan berbasis agroekosistem.Sebagai upaya mengkomunikasikan dan menyebarluaskan inovasi teknologi pertanian spesifik lokasi Badan Litbang Pertanian menyelenggarakan Pekan Pertanian Spesifik Lokasi (PPSL)di Kendari, Sulawesi Tenggara, 21–25 November 2013. Dengan tema “Inovasi Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi Mendukung Sulawesi Sebagai Lumbung Pangan Nasional“, PPSL menggelar tiga kegiatanyaitu: (1) Pameran Inovasi Pertanian Spesifik Lokasi, (2)Gelar Teknologi, Peragaan Teknologi dan (3)Seminar Nasional Inovasi Teknologi Spesifik Lokasi. PPSL dihadiri sekitar 1250 orang terdiri dari petani, kelompok tani, penyuluh, peneliti, Institusi pertanian terkait. PPSL dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Pertanian, didampingi oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Kepala Badan Litbang Pertanian. Dalam sambutannya,Gubernur Sulawesi Tenggara memberikan apresiasi kepada Badan Litbang Pertanian yang mensosialisasikan dan menerapkan inovasi teknologi spesifik lokasi mendukung Sulawesi Tenggara khususnya dan Sulawesi pada umumnya sebagai lumbung pangan nasional. Wakil Menteri Pertanian mengingatkan bahwa tantangan ke depan yang kita hadapi adalah ketahanan pangan, ketahanan energi dan ketahanan air. Oleh karena itu eksistensi inovasi teknologi spesifik lokasi dalam perspektif sistem dan model pengembangan Good Agricultural Practse (GAP) sangat diperlukan dalam pembangunan pertanian menuju ketahanan dan kemandirian pangan nasional yang berkelanjutan.Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. Haryono dalam Plenary Lectures Seminar Nasional Pekan Pertanian Spesifik Lokasi dengan judul “Inovasi Teknologi Spesifik Lokasi Mendukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan”. Perwakilan Balitkabi dalam PPSL Dr. Didik Hernowo Kepala Balitkabi dan Prof. Dr. Marwoto Kordinator Program Balitkabi. Peneliti Balitkabi Ir. Gatut_Wahyu, A.S., MP berkesempatan mempresentasikan makalah kedelai berumur genjah untuk lahan sawah.

Kepala adan Litbang Pertanian, Gubernur Sulawesi Tenggara dan Wakil Menteri Pertanian dalam pembukaan PPSL



Wamen saat meninjau ke lapang (kiri) dan Penanda tanganan MOU antara Badan Litbang Dengan Perusahaan dan Pemerintah Daerah (kanan).

Mwt/GWA/AW