Berita » Pelepasan Merdeka Ekspor 2021

Presiden Jokowi memberikan arahan dan melepas Merdeka Ekspor 2021

Presiden Jokowi memberikan arahan dan melepas Merdeka Ekspor 2021

Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini, 14 Agustus 2021 melepas ekspor produk pertanian senilai Rp 7,29 triliun ke 61 negara secara serentak melalui acara yang bertajuk Pelepasan Merdeka Ekspor 2021. Acara ini juga merupakan apresiasi dari Kementerian Pertanian terhadap para pelaku usaha di bidang agrobisnis, baik petani, peternak, pekebun, maupun eksportir. Acara pelepasan Merdeka Ekspor dilakukan secara luring maupun daring. Presiden RI Joko Widodo berkenan melepas Merdeka Ekspor dari Istana Kepresidenan Bogor. Acara dihadiri secara daring oleh para Menteri Kabinet Indonesia Maju, Duta Besar RI maupun negara sahabat, para Gubernur, Walikota dan Bupati yang melakukan ekspor (341 kabupaten), serta Kementerian Pertanian dan jajarannya. Balitkabi hadir secara daring (Kepala Balitkabi Dr. Ir. Titik Sundari beserta Dr. Ayda Krisnawati dan Emerensiana Uge, M.Sc.), dan juga luring (Sub Koordinator Substansi, B.S. Koentjoro, S.P., M. Kom. dan Koordinator Program, Eriyanto Yusnawan, Ph.D.) dari PT. Terminal Petikemas Surabaya.

Mengawali laporannya, Menteri Pertanian Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.Si., M.H., menyatakan bahwa Merdeka Ekspor, yang merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo, yaitu untuk mendorong investasi dan ekspor sebagai faktor kunci dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya menghadapi masa pandemi Covid-19. Tujuan dari Merdeka Ekspor ini adalah (1) Mempercepat ekspor produk pertanian, (2) Menggerakkan provinsi, kabupaten, dan kota untuk melakukan ekspor, (3) Mendorong pencapaian program Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks) pertanian yang ada di seluruh daerah.

Lebih lanjut Mentan mengatakan bahwa sepanjang tahun 2019 hingga kuartal II 2021, ekspor pertanian meningkat signifikan. Nilai ekspor pertanian Januari hingga Desember 2020 adalah sekitar Rp 451,77 trilyun atau meningkat 15,79% dibanding periode yang sama pada 2019. Pada Januari-Juni 2021, nilai ekspor pertanian mencapai Rp 277,95 triliun atau meningkat 40,29% dari posisi 2020 yang sebesar Rp198,13 triliun. Ekspor yang dilepas saat ini sebesar 627,4 juta ton (senilai Rp 7,29 triliun), meliputi komoditas perkebunan (564, 6 juta ton), tanaman pangan (4,3 juta ton), hortikultura (7,2 juta ton), peternakan (4,0 juta ton), dan beberapa komoditas lainnya. Negara tujuan utama ekspor ada 61 negara, antara lain Cina, Amerika, India, Jepang, Korea Selatan, Thailand, Malaysia, Inggris, Jerman, Rusia, dan Pakistan.

Laporan Mentan SYL dari Terminal Peti Kemas Surabaya (TPS), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur

Laporan Mentan SYL dari Terminal Peti Kemas Surabaya (TPS), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur

Kementerian Pertanian akan terus mendorong ekspor produk pertanian melalui Gratieks, dan ditargetkan ekspor produk pertanian pada 2024 mencapai tiga kali lipat dari saat ini. Beberapa strategi yang dilakukan, yaitu meningkatkan volume ekspor melalui kerjasama dan investasi dengan Pemda dan stakeholder lainnya, menambah ragam komoditas ekspor dalam bentuk olahan hasil pertanian, mendorong pertumbuhan eksportir baru melalui penumbuhan agripreneur, dan menambah mitra dagang luar negeri melalui kerjasama bilateral. Saat ini, ekspor pertanian didominasi oleh komoditas perkebunan, terutama kelapa sawit. Namun, Kementan akan mendorong terus ekspor produk pertanian lain, seperti porang, sarang burung walet, lipan, maggot, serta komoditas potensial lain yang ada di setiap provinsi.

Presiden Jokowi mengawali arahannya dengan mengapresiasi para petani, peternak, pekebun, pelaku usaha agribisnis, dan pemangku kepentingan pertanian yang dalam masa pandemi telah bekerja keras memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, dan berhasil meningkatkan ekspor produk pertanian. Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang bertahan dalam masa pandemi. Selanjutnya menurut Jokowi, peningkatan ekspor ini berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan petani juga, yaitu terhadap nilai tukar petani yang terus membaik, yaitu pada Juni 2020 sebesar 99,60, secara konsisten meingkat hingga Desember 2020 sebesar 103,25, dan Juni 2021 sebesar 103,59. Selanjutnya Jokowi meminta kepada para gubenur, bupati maupun waiklota untuk terus menggali potensi ekspor di daerah masing-masing. “Segera garap komoditas-komoditas pertanian yang potensial untuk dikembangkan, perkuat petani dengan akses permodalan, inovasi teknologi dan pendampingan”, tegas Jokowi. Lebih lanjut Jokowi mengatakan bahwa kita tidak hanya fokus untuk meningkatkan produksi, namun yang paling penting juga harus menguasai teknologi untuk meningkatkan produktivitas. “Lakukan hilirisasi, untuk meningkatkan nilai tambah dan menghitung skala ekonomi dengan klasterisasi, serta melakukan mekanisasi pengembangan produk dan promosi produk berbasis digital agar produk pertanian kita semakin dikenal luas dan kompetitif”. Jokowi juga mengajak masyarakat untuk mencintai dan membeli hasil-hasil pertanian dalam negeri, dan mengkonsumsi pangan yang sehat.

Selanjutnya Jokowi secara simbolis melepas ekspor produk pertanian. “Dengan mengucap Bismillahirrohmanirrohim, hari ini saya resmikan pelepasan Merdeka Ekspor Pertanian tahun 2021”, pungkas Jokowi. Pelepasan Merdeka Ekspor 2021 dilakukan secara serentak dari 17 pintu pengeluaran baik pelabuhan laut maupun bandar udara di 17 provinsi di Indonesia, yang secara serentak akan menuju 61 negara tujuan.

“Merdeka Ekspor, Ekspor Tumbuh, Indonesia Tangguh!”

AK/BSK/EY

expor2 expor3
Salah satu kegiatan pelepasan ekspor komoditas pertanian (Riau dan Kalimantan Barat)