Berita » Pemahaman Tentang KNAPP

Sosialisasi KNAPP.

Good governance menjadi bagian penting pelaksanaan pemerintahan saat ini, yang di antaranya dicirikan oleh suara dan akuntabilitas; stabilitas politik; kemapanan regulasi, supremasi hukum; dan pengendalian korupsi. Operasionalisasinya adalah pelaksanaan kelitbangan yang juga akuntabel dan bermartabat. Sehubungan dengan hal tersebut, Badan Litbang Pertanian, sekali lagi memperkenalkan KNAPP kepada pimpinan UPTnya di Bandung, 10 Desember 2012.

KNAPP, Komisi Nasional Akreditasi Pranata Penelitian dan Pengembangan, merupakan Tim Kerja dalam lingkungan KMNRT, diketuai secara ex-officio oleh Deputi Menteri Negara Riset dan Teknologi. Keberadaan KNAPPP ditetapkan melalui keputusan Menteri Negara Riset dan Teknologi No. 91/M/Kp/XII/2001. KNAPP memiliki tugas dan fungsi: (1) Memberikan akreditasi kepada pranata litbang yang mengajukan permohonan akreditasi; (2) Melakukan kegiatan pemantauan secara berkala terhadap kinerja semua pranata litbang yang sudah diakreditasi, dan (3) Melakukan pemeringkatan terhadap semua pranata litbang yang sudah diakreditasi. Akreditasi KNAPPP sangat penting artinya bagi Lembaga Litbang karena merupakan: (1) Sarana untuk mengukur kinerja, (2) Kebanggaan bagi yang memiliki Akreditasi, (3) Jembatan bagi Management dan Peneliti, (4) Memperoleh pengakuan akan kemampuan, dan (5) Nilai positif bagi sistem insentif RISTEK (sebagai sarana bargain untuk anggaran). Bagi masyarakat, akreditasi KNAPP penting karena memudahkan untuk mengenali kualitas pranata litbang dan memudahkan industri untuk memilih pranata litbang yang sesuai dengan rencana pengembangan produknya.

Sosialisasi KNAPP.

Banyak hal didiskusikan saat sosialisasi KNAPP, misalnya apa bedanya dengan ISO 9001:2008, apa relevansinya dengan KAN, siapa yang mengaudit KNAPP, bahkan juga disampaikan dengan semakin banyaknya akreditasi apakah tidak semakin membebani UPT. Dr. Agung Hendriadi, yang mendampingi Tim KNAPP mengandaikan sebagai banyak kartu kredit akan semakin memberikan kemudahan, juga bisa diandaikan dengan kepemilikan tingkat SIM.

Badan Litbang Pertanian berkomitmen untuk menerapkan KNAPP di jajarannya. Apalagi akan menjadi center of excellent. Sebagaimana dipesankan oleh Dr. Haryono M.Sc bahwa seluruh balit harus sudah terakreditasi KNAPP pada akhir tahun 2013 ditambah dengan 7 BPTP (Jatim, Jateng, Sumut, Lampung, Sulsel, NTB, dan Kalsel). Balitkabi harus mulai menyiapkan KNAPP. Semoga akan menjadi kenyataan manfaat KNAPP, sebagaimana visinya, “akreditasi KNAPPP dicari karena dayagunanya”.

MMA/AW