Berita » Pematang Sawah, Sumber Benih Kedelai

Kedelai di Pematang Sawah di Pring Sewu, Lampung (Foto koleksi Supono)

Kedelai di Pematang Sawah di Pring Sewu, Lampung (Foto koleksi Supono)

Benih tidak hanya menjadi pembawa kehidupan dan teknologi, tetapi juga menjadi penentu capaian produktivitas kedelai per satuan luas. Di berbagai sentra padi sawah, petani mengoptimalkan fungsi pematang (galengan) dengan menanam kedelai di pematang yang sebagian besar memang ditujukan sebagai sumber benih. Salah satunya terdapat di Pringsewu, Provinsi Lampung. Di daerah tersebut, petani telah lama menanam kedelai di pematang sawah sebagai sumber benih.

Penanaman kedelai dapat dilakukan dengan baris tunggal atau baris ganda, tergantung kepada lebar pematang. Pak Supono, Ketua Kelompok Tani Sri Makmur III di Desa Margodadi, Ambarawa, Pringsewu, menuturkan penanaman kedelai di galengan sawah dilakukan pada musim gadu, yakni Mei – Agustus. Pak Supono kebetulan menanam pada tanggal 31 Mei 2019 lalu dan baru dipanen 16 Agustus 2019, karena cuaca kering kedelai dipanen pada umur kurang dari 80 hari, padahal biasanya hingga 83 hari. Lebih lanjut disampaikan jika dari luasan lahan sawah 0,5 ha dapat diperoleh hasil kedelai sebanyak 60 kg.

Kedelai di pematang milik Pak Supono (Foto koleksi Supono)

Kedelai di pematang milik Pak Supono (Foto koleksi Supono)

Hasil panen kedelai dari pematang selain digunakan sebagai benih juga sebagian dijual. “Harga jual saat ini hanya Rp. 15.000/kg, lebih murah dibandingkan tahun kemarin yang mencapai Rp. 20.000/kg”, kata Supono. Diperkirakan pada saat puncak musim panen harga kedelai bisa turun hingga Rp.12.000/kg. Varietas kedelai yang ditanam di pematang adalah varietas lokal, berukuran biji kecil, dan sesuai untuk bahan baku taoge/kecambah. Disampaikan lebih lanjut, dulu pernah mencoba menanam varietas Gepak Kuning, hasilnya bagus, tetapi kesulitan mendapatkan benih sumbernya. Upaya penanaman kedelai di pematang dapat menjadi alternatif memenuhi kebutuhan benih kedelai sendiri.
MMA