Berita » Pembekalan Detasir Mendukung UPSUS Kementerian Pertanian

Kementerian Pertanian memberikan perhatian serius terhadap tujuh komoditas strategis yakni: padi, gula, daging, jagung, kedelai, bawang merah, dan cabe merah. Ketujuh komoditas tersebut memegang peranan penting bagi perekonomian nasional.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi deadline atau batas terakhir pada Kementerian Pertanian untuk dapat mencapai swasembada pangan khususnya beras, jagung, dan kedelai dalam waktu tiga tahun, atau ‎di tahun 2018. Pencapaian swasembada padi, jagung, dan kedelai diatur melalui Permentan No. 3 tahun 2015.

Tugas Balitbangtan adalah mengawal dan mendampingi pelaksanaan program swasembada komoditas strategis Kementerian Pertanian. Dalam rangka pendampingan program UPSUS, Balitbangtan menugaskan 18 orang peneliti/penyuluh Balitbangtan untuk didetasir di 12 BPTP yaitu: 1) Kalimantan Timur, 2) Sumatera Selatan, 3) Bengkulu, 4) Maluku, 5) Bangka Belitung, 6) Kepulauan Riau, 7) Papua, 8) Gorontalo, 9) Kalimantan Tengah, 10) Papua Barat, 11) Maluku Utara, dan 12) Papua Barat.

Tujuan detasiring adalah untuk: 1) Memberi kesempatan peneliti/penyuluh agar dapat berperan aktif dalam program pengawalan UPSUS, 2) Meningkatkan kompetensi peneliti/penyuluh Balitbangtan dalam meningkatkan profesionalisme, dan 3) Menjalin kerja sama di lingkup UPT Balitbangtan dan di luar Balitbangtan dalam pelaksanaan UPSUS di lapang.

Demikian kata sambutan Kepala Balitbangtan yang diwakili Plt. Sekretariat Balitbangtan Dr. M. Prama Yufdy. M.Sc., dalam pembukaan Workshop Pembekalan Detasir Mendukung UPSUS Kementerian Pertanian yang dilaksanakan di Pajajaran Suite Hotel pada tanggal 15–17 Februari 2016 di Bogor.

Plt. Sesba Balitbangtan Dr. M. Prama Yufdy menyampaikan kata sambutan (kiri), peserta detasir (kanan).

Plt. Sesba Balitbangtan Dr. M. Prama Yufdy menyampaikan kata sambutan (kiri), peserta detasir (kanan).

Selanjutnya Dr. M. Prama Yufdy menyampaikan kepada para peneliti/penyuluh yang di detasir, agar jangan merasa dibuang, tetapi justru di lapang adalah tempat belajar dan meniti karier sebagai peneliti/penyuluh yang handal, dengan mengambil pengalaman dari masalah dan pemecahanya di lapangan.

Prof. Dr. Marwoto menyampaikan Inovasi Teknologi PTT Kedelai mendukung UPSUS Kementerian Pertanian (kiri), foto bersama peserta workshop (kanan).

Prof. Dr. Marwoto menyampaikan Inovasi Teknologi PTT Kedelai mendukung UPSUS Kementerian Pertanian (kiri), foto bersama peserta workshop (kanan).

Adapun materi pembekalan detasir adalah: 1) Kebijakan dan Program UPSUS mendukung Swasembada Pangan Kementerian Pertanian, 2) Inovasi Teknologi PTT Padi, Jagung, dan Kedelai, 3) Inovasi Teknologi Hortikultura, 4) Inovasi Teknologi Peternakan, dan 5) Inovasi Teknologi Mekanisasi Pertanian mendukung program UPSUS. Tugas Balitkabi dalam acara Workshop tersebut adalah menyampaikan Inovasi Teknologi PTT Kedelai mendukung program UPSUS Kementerian Pertanian yang disampaikan oleh Prof. Dr. Marwoto.

MWT