Berita » Pemda Lumajang dukung Pengembangan VUB Ubi Jalar Hulu-Hilir

Dalam rangka mendorong peningkatan produksi tananam pangan terutama aneka umbi di Jawa Timur umumnya dan di Kabupaten Lumajang khususnya, Pemda Lumajang sangat mendukung upaya pengembangan varietas unggul baru (VUB) ubi jalar di wilayahnya. Prakarsa pengembangan tersebut disampaikan tim peneliti Balitkabi bersama tim peneliti dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian (BBPPPP) Bogor yang berkunjung ke Kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Lumajang serta Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lumajang pada 10 Juni 2021. Pada kesempatan tersebut disampaikan rencana kegiatan Riset Pengembangan Inovatif dan Kolaboratif (RPIK) Ubijalar tahun 2021. Lokasi kegiatan direncanakan akan dilaksanakan di Desa Pasrujambe Kecamatan Pasrujambe, pada kelompok tani Harapan Kita, kelompok tani Mitra Tani, dan kelompok tani Jaya Makmur. Kegiatan RPIK ubi jalar ini akan dimulai pada akhir Juni 2021.

Terpilihnya Lumajang sebagai lokasi kegiatan tersebut didasari beberapa alasan, antara lain: (a) Lumajang merupakan salah satu sentra produksi ubi jalar di Jawa Timur, (b) ubi jalar dari Lumajang telah mampu menembus pasar ke provinsi lain, bahkan sudah mampu menembus pasar ekspor ke Jepang (PT. Indowooyang) dan Korea (PT. SOI) dengan brand “ubi madu” (Lokal Lumajang), (c) industri hilir produk olahan ubi jalar sudah mulai berkembang, dan (d) terdapat potensi yang cukup besar bagi adopsi inovasi teknologi budidaya ubi jalar, baik di on farm maupun off farm. Potensi tersebut antara lain tentang adopsi VUB ubi jalar yang kaya antioksidan, terutama yang berdaging umbi oranye (varietas Beta 1 dan Beta 2) dan ungu (varietas Antin 2 dan Antin 3), teknologi budidaya untuk peningkatan produktivitas dan penanggulangan hama utama penggerek umbi (boleng) yang disebabkan Cylas formicarius menggunakan biopestisida Beauveria bassiana dan pemasangan trap berferomon serta penyakit scab yang disebabkan oleh cendawan Sphaceloma batatas (tidak menggunakan pestisida sintetik), dan pengembangan ragam produk olahan berbasis ubi jalar.

Terkait dengan rencana kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Lumajang (Paiman, S.P., MP.) maupun Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lumajang (Dra. Hertutik, M.Si) menyatakan sepenuhnya mendukung pelaksanaan kegiatan pengembangan inovasi teknologi budidaya ubi jalar. Beliau juga sekaligus mengharapkan dari hasil kegiatan ini nantinya mampu meningkatkan produktivitas ubi jalar serta produk olahan ubi jalar di wilayahnya, serta berdampak positif bagi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani/pelaku UMKM olahan ubi jalar. Selain itu, inovasi teknologi yang akan diintroduksikan nantinya dapat diadopsi petani dan dikembangkan di sentra-sentra produksi ubi jalar di wilayah lain (kabupaten maupun provinsi lain). Hal tersebut, tentu akan lebih menambah dan mengharumkan nama baik Kabupaten Lumajang.

Dalam rangka pelaksanaan kegiatan RPIK ubi jalar, tim juga telah melakukan kunjungan ke lokasi calon pengembangan, yaitu di Desa Pasrujambe, Kecamatan Pasrujambe untuk berkoordinasi dengan Hari, ketua kelompok tani Harapan Kita. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk lebih memastikan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan. “Kami siap mendukung untuk mensukseskan pelaksanaan kegiatan ini”, ujar Hari.

MSYIB/YP

ubijalar ubijlar1
Koordinasi di ruang Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang (kiri) dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Lumajang (kanan)
ubijalar2 ubijalar3
Penyerahan buku dengan judul “Ubi jalar dari Morfologi dan Pola Pertumbuhan hingga Prospek Pengembangan” oleh Prof. Dr. Didik Harnowo kepada Kepala Dinas Pertanian Lumajang (kiri) dan diskusi dengan Ketua Gapoktan Harapan Kita (kanan)