Berita » Pencanangan Industri Hulu Berbahan Baku Kedelai

Berbagai masalah dalam upaya peningkatan produksi pertanian untuk mendukung Swasembada Kedelai dan Program Jaring Pengaman Sosial, perlu dilakukan upaya khusus (UPSUS) dan teroboson-terobosan kebijakan. Upaya peningkatan produksi kedelai dilakukan melalui program Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT), Perluasan Areal Tanam (PAT) dan Peningkatan Indeks Pertanaman (PIP).

Kabupaten Kediri berupaya untuk memenuhi kebutuhan kedelai dengan meningkatkan produksi kedelai melalui peningkatan areal tanam dan peningkatan indeks tanam dengan menerapkan program GP-PTT. Kabupaten Kediri pada tahun 2015 mengukir prestasi di bidang pertanian, yakni pada tahun 2015 ini, target areal padi mencapai 104%, jagung 103% dan yang paling menakjubkan adalah perluasan areal kedelai yang meningkat sebesar 230% dari luas areal 500 ha menjadi 1.450 ha.

Kediri dikenal sebagai kota tahu, tahu kuning yang diproduksi terkenal sebagai tahu taqwa dan merupakan produk makanan khas Kediri. Untuk memenuhi kebutuhan industri tahu, bahan baku kedelai masih banyak dipenuhi dari kedelai impor.

Oleh karena itu untuk mengurangi ketergantungan bahan baku kedelai impor maka Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan melakukan program UPSUS tanaman kedelai dengan melaksanakan program Perluasan Areal Tanam (PAT) dan Peningkatan Indeks Pertanaman (PIP).

Produktivitas kedelai di areal PAT dan PIP berkisar dari 1,6–1,8 t/ha. Peningkatan produksi kedelai di Kediri harus dibarengi dengan harga yang wajar, ungkap Bupati Kediri Dr. Idrus dalam acara Panen Raya Kedelai dan Pencanangan industri hulu berbahan baku kedelai di Desa Mojo, Kecamatan Ploso, Kabupaten Kediri pada tanggal 13 Oktober 2015.

Untuk meningkatkan produksi dan produktivitas kedelai diharapkan Pemda Kabupaten Kediri dapat bekerja sama dengan lembaga penelitian atau perguruan tinggi. Dr. Maman Suherman selaku Direktur Budidaya Tanaman Aneka Kacang dan Umbi mengatakan bahwa tingkat produktivitas dan produksi kedelai di Kabupaten Kediri masih dapat ditingkatkan melalui:

  1. meningkatkan intensitas penyuluhan,
  2. menciptakan pasar baru dengan berbagai aneka produk panganan berbahan baku kedelai,
  3. kemitraan dengan Bulog, pengusaha industri pangan berbahan baku kedelai, dan
  4. pemanfaatan lahan kosong di sela tebu, hutan muda dan sebagainya.

Acara Panen Raya Kedelai, Temu Wicara dan Pencanangan Industri Hulu Berbahan baku kedelai diawali dengan panen kedelai, penyerahan bantuan pompa air kepada Kelompok Tani dan penandatanganan Nota Kesepakatan antar Pemerintah Daerah dengan pengrajin/pengusaha industri pangan berbahan baku kedelai.

Temu Wicara diikuti oleh sekitar 400 orang yang terdiri dari: Direktur Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Timur, Perwakilan Kementerian Perdagangan, Bupati, Komandan Kodim, Kapolres, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Petani, Kelompok Tani se Kabupaten Kediri.

Sebagai Narasumber dalam Temu Wicara adalah Dr. Didik Harnowo selaku Kepala Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) dan Prof. Dr. Marwoto (koordinator penelitian kedelai Balitkabi). Pengembangan kedelai memerlukan ketersediaan benih yang berkualitas, oleh karena itu perlu dibangun pusat penangkaran benih di Kabupaten Kediri agar dapat mewujudkan program kawasan Mandiri Benih, demikian yang disarankan narasumber dari Balitkabi Malang.

Panen raya kedelai di area PAT dan PIP Desa Mojo, Kecamatan Kediri dan bantuan mesin pompa air yang diserahkan oleh Bupati Kediri Dr. Idrus dan penandatanganan MOU antara Pemda dan pengrajin makanan berbahan baku kedelai.

Panen raya kedelai di area PAT dan PIP Desa Mojo, Kecamatan Kediri dan bantuan mesin pompa air yang diserahkan oleh Bupati Kediri Dr. Idrus dan penandatanganan MOU antara Pemda dan pengrajin makanan berbahan baku kedelai.

Kepala Balitkabi menjelaskan inovasi varietas unggul baru kedelai di arena stand Pameran Balitkabi kepada Bupati Kediri dan Prof. Dr. Marwoto menjawab pertanyaan pengrajin makanan berbahan baku kedelai.

Kepala Balitkabi menjelaskan inovasi varietas unggul baru kedelai di arena stand Pameran Balitkabi kepada Bupati Kediri dan Prof. Dr. Marwoto menjawab pertanyaan pengrajin makanan berbahan baku kedelai.

MWT