Berita » Panen Benih Sumber Kedelai di Kebumen

Salah satu upaya peningkatan produksi kedelai dilakukan melalui peningkatan areal tanam dan peningkatan produksi, dilakukan dengan pendekatan Sekolah Lapang Terpadu (SLT).Dukungan Badan Litbang Pertanian dalam program implementasi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) kedelai mencakup antara lain: penyediaan teknologi spesifik lokasi, penyediaan benih untuk displai varietas, informasi teknologi dalam bentuk (nara sumber, publikasi). Pendampingan dalam penerapan teknologi di lapangan dilakukan oleh peneliti dan penyuluh kepada petani/kelompok tani kooperator. Peneliti dan penyuluh harus dekat dengan petani agar mampu menangkap aspirasi dan memahami keinginan petani. Dengan demikian penguasaan teknologi produksi kedelai dalam program PTT oleh petani akan baik sehingga proses produksi melalui pendekatan PTT dapat dilaksanakan lebih optimal.Dalam rangka upaya penyediaan benih sumber, Menteri Pertanian memberikan tugas kepada Badan Litbang Pertanian untuk membantu penyediaan benih sumber kedelai dari kelas Benih Dasar (FS) sampai Benih Pokok (SS). Benih Pokok merupakan benih sumber untuk diperbanyak menjadi Benih Sebar oleh penangkar. Proses produksi benih sumber dilakukan melalui pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu. Sasaran areal produksi kedelai Provinsi Jawa Tengah stahun 2014 telah ditetapkan seluas 108.464 ha, dan membutuhkan Benih Sebar (BR) 5.423 ton. Untuk menyediakan Benih Sebar 5.423 ton diperlukan Benih Pokok sebanyak 271 ton, dan Benih Dasar sebanyak 13,5 ton.BPTP Jawa Tengah telah memroduksi benih kedelai kelas FS seluas 13 ha di Desa Banjareja, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen. Panen dan temu lapang produksi benih kedelai Kelas BD dilaksanakan pada tanggal 14 Mei 2014, diikuti sekitar 300 orang, dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kebumen mewakili Bupati Kebumen, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Muspida Kabupaten Kebumen, BPSB, Petani, Penangkar, Penyuluh dan Peneliti Badan Litbang Pertanian.Balitkabi memberikan kepercayaan kepada Dr. Yusmani Prayogo dan Prof. Dr. Marwoto sebagai nara sumber. Ketua Panitia Penen dan Temu Lapang Dr. Joko Triastono dari BPTP Jawa Tengah melaporkan bahwa benih penjenis dari Balitkabi Varietas Anjasmoro, Grobogan dan Gepak Kuning telah di tanam di Desa Sumberejo seluas 13 ha untuk diproduksi menjadi benih kedelai kelas BD, berdasarkan hasil ubinan dari panen yang dilakukan tercatat hasil antara 1,6-2,8 t/ha. Kepala BPTP Jawa Tengah yang di wakili oleh Dr. Forita mengatakan bahwa program produksi benih kedelai kelas BD dan BP merupakan instruksi langsung Menteri Pertanian melalui Surat Tugas Menteri Pertanian No 336/kp.340/m/11/2013. Benih kedelai kelas BD yang diproduksi digunakan sebagai benih sumber di Kabupaten Kebumen khususnya dan Jawa Tengah pada umumnya. Bapak Sekretaris Daerah yang mewakili Bapak Bupati mengucapkan terima kasih kepada Badan Litbang Pertanian yang telah mengalokasikan kegiatan produksi benih kedelai di Kabupaten Kebumen, yang dapat menjadi percontohan inovasi teknologi dalam peningkatan produksi kedelai. Bapak Sekda Kabupaten Kebumen memberikan apresiai kepada peneliti/penyuluh BPTP yang tinggal di desa dan memberikan pendampingan dalam proses produksi benih kedelai. Harapan yang sangat besar semoga inovasi teknologi budidaya produksi benih kedelai ini, dapat menyebar luas di Kabupaten Kebumen dan Jawa Tengah pada umumnya. Ucapan terima kasih juga di tujukan kepada penyuluh/peneliti pendamping dari BPTP Jawa Tengan, Balitkabi dan Puslitbangtan.

Dr. Yusmani Prayogo memberikan penjelasan mengenai hama dan penyakit kedelai. Prof. Dr. Marwoto memberikan penjelasan tentang varietas kedelai kepada Bapak Sekda Kabupaten Kebumen

Panen benih kedelai kelas BD varietas Anjasmoro oleh Bapak Sekda Kabupaten Kebumen, Kepala Dinas Pertanian, Kepala BPTP Jawa Tengah, Puslitbangtan, Balitkabi dan Bapak Camat Puring

Prof Marwoto/AW