Berita ยป Pendampingan PTT Kedelai di DI Yogyakarta

Tugas pokok Balitbangtan Pertanian mendukung program strategis Kementerian Pertanian adalah: 1) menciptakan VUB spesifik lokasi, 2) menciptakan inovasi teknologi mendukung pencapaian produksi VUB, 3) Penyediaan logistik benih sumber dan 4) Pendampingan/pengawalan SL-PTT. SL-PTT sebagai tempat pembelajaran petani untuk mengenal inovasi teknologi sesuai rekomendasi spesifik lokasi telah dianggap cukup dan sejak 2013 program peningkatan produksi kedelai dilaksanakan melalui implementasi PTT. Tahun 2014 adalah tahun terakhir untuk merealisasikan Program Strategis Kementerian Pertanian yang salah satunya adalah pencapaian swasembada dan swasembada berkelanjutan untuk komoditas pangan (kedelai, padi, dan jagung). Oleh karena itu diperlukan upaya memaksimalkan seluruh sumberdaya yang ada untuk mencapai atau paling tidak mendekati target yang telah ditetapkan. Salah satu upaya maksimal di tahun terakhir ini adalah adanya arahan dari Presiden untuk membantu penyediaan benih. Demikian sambutan Kepala BPTP DI Yogyakarta pada pembukaan Workshop Rekomendasi Teknologi PTT dan Kalender Tanam Padi, Jagung, dan Kedelai di BPTP Yogyakarta pada tanggal 27 Februari 2014. Teknologi, pendampingan, pelatihan, dan penyediaan bahan penyuluhan yang merupakan dukungan Balitbangtan Pertanian terhadap pencapaian 4 sukses Kementan terus menerus dilaksanakan, salah satunya adalah dengan menyelenggarakan pelatihan/workshop setiap tahun. Workshop diikuti 80 peserta dari BPP seluruh Kabupaten di DIY. Materi yang diberikan meliputi: (1) Kebijakan program pengembangan padi, jagung, dan kedelai di DIY oleh Ir. Sarworini, Dinas Pertanian DIY, (2) Prakiraan musim kemarau 2014 oleh Ir. Tony MS, BMKG DIY, (3) Masalah dan hambatan produksi benih kedelai oleh pak Sumari, wakil penangkar benih kedelai DIY, (4) Sertifikasi benih kedelai oleh Ir. Edy Santosa Asrari, BPSB DIY, (5) Peningkatan produksi kedelai melalui pendekatan PTT oleh Gatut Wahyu Anggoro Santosa, SP, MP, Balitkabi, (6) Varietas dan produksi benih kedelai oleh Dr. Novita Nugahaeni, Balitkabi, (7) Katam terpadu MT II/2014 oleh Fibrianty SP, Msi, BPTP DIY, (8) SL-PTT Padi, Jagung, Kedelai oleh Dr. Bambang Sutaryo, BPTP DIY, dan (9) Ketersediaan benih di UPBS BPTP Yogyakarta oleh Sarjiman SP, MSi, BPTP DIY. Masalah teknologi budidaya dan produksi benih yang mengemuka pada diskusi adalah cara pemberian pupuk, adanya lahan masam pada lahan batuan kapur di Gunungkidul, teknologi pengeringan benih dan pemeriksaan lapang. Kedua masalah dalam teknologi produksi benih tersebut masih perlu menjadi perhatian berdasarkan data tahun 2013 yang menunjukkan angka ketidak-lulusan sertifikasi benih di BPSB yang disebabkan oleh cvl dan kadar air benih cukup tinggi. Ketersediaan benih bermutu merupakan missing link dalam rantai peningkatan produksi kedelai, baik melalui perluasan areal maupun peningkatan produktivitas. Oleh karena itu program arahan Presiden harus dikawal di seluruh lini melalui kerjasama seluruh instansi terkait. DI Yogyakarta siap bekerja keras untuk mencapai target yang telah ditetapkan. Produksi benih saat ini berumur satu minggu terdiri dari Anjasmoro 3 ha, Argomulyo 1,5 ha, Kaba 5 ha, dan Wilis 3 ha. Untuk displai varietas seluas satu ha direncanakan tanam bulan Maret dan varietas yang dikehendaki adalah Gema. Temu lapang panen produksi benih tersebut dijadwalkan pada awal bulan Juni 2014.
Peserta Workshop Rekomendasi Teknologi PTT dan Kalender Tanam Padi, Jagung, dan Kedelai di BPTP Yogyakarta pada tanggal 27 Februari
2014 dan presentasi Peningkatan produksi kedelai melalui pendekatan PTT oleh Gatut Wahyu Anggoro Santosa, SP, MP, Balitkabi.

Dr Novita/AW