Berita ยป Pendampingan UPSUS Kedelai di Sumatera Selatan

Sumatera Selatan merupakan salah satu Provinsi yang diharapkan dapat berkontribusi besar dalam mendukung peningkatan produksi kedelai untuk mencapai swasembada kedelai tahun 2017. Terkait dengan hal tersebut, pada musim tanam 2015 di Sumatera Selatan dikembangkan UPSUS kedelai seluas 21.209 ha, masing-masing melalui program GP-PTT 10.250 ha, PAT-PIP refocusing 4.500 ha, dan PAT-PIP APBN-P seluas 5.959 ha.

Balitkabi, sebagai Pusat Unggulan Iptek Tanaman Aneka Kacang dan Umbi diantaranya diberi mandat untuk melakukan pendampingan program-program tersebut. Untuk itu pada 28-29 Juli 2015 Balitkabi menugaskan Prof. Dr. Arief Harsono dan Dr. A.A. Rahmianna untuk melakukan pendampingan UPSUS di Sumatera Selatan.

Pendampingan UPSUS kedelai dilakukan melalui dua kegiatan, yaitu

  1. Kunjungan ke BPTP dan Dinas Pertanian Provinsi Lampung, dan
  2. Temu lapang kegiatan UPSUS di Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan.

Tahun 2015, GP-PTT kedelai dilakukan di 13 Kabupaten, hingga akhir bulan Juni dari rencana tanam 10.250 ha telah terlaksana 45,15%, untuk PAT-PIP refocusing dilakukan di 4 Kabupaten masing-masing di Ogan Komering Ilir, Musi Rawas, Banyu Asin, dan Oku Selatan dari rencana tanam 4500 ha hingga akhir Juni terlaksana 44,95%, dan PAT-PIP APBNP dilakukan di 10 Kabupaten dari rencana tanam 5.959 ha baru terealisasi 7,72% karena masih menunggu musim tanam/pergiliran tanaman.

Pada tanggal 29 Juli 2015 dilakukan temu lapang kegiatan UPSUS kedelai di desa Enggal Rejo, Kecamatan Air Saleh, Kabupaten Banyuasin. Temu Lapang dihadiri oleh perwakilan dari Balitkabi Prof. Dr. Arief Harsono dan Dr. A.A. Rahmianna sebagai pendamping dan narasumber, BPTP Sumsel, Dinas Pertanian Provinsi Sumsel, BPSB Sumsel, Dinas Pertanian Kabupaten Banyuasin, Penyuluh Kecamatan Air Saleh, Kepala Desa Enggal Jaya, dan sejumlah anggota Kelompok Tani dan petani setempat.

Temu lapang diikuti sekitar 80 peserta diawali dengan pembukaan di rumah kelompok tani, dilanjutkan dengan kunjungan lapang dan diskusi di lokasi pertanaman. Di lokasi kegiatan, Balitkabi menyampaikan sejumlah publikasi kepada perwakilan dari BPTP, Dinas Pertanian, BPSP, dan kelompok tani.

Pada kesempatan yang sama, Dinas Pertanian Tanaman Pangan juga menyampaikan surat penunjukkan pada 9 Petani sebagai calon Penangkar Benih. Di desa Enggal Rejo, saat ini ditanam 10 varietas kedelai FS berasal dari Balitkabi masing-masing adalah: Panderman, Argomulyo, Wilis, Sinabung, Tanggamus, Grobogan, Anjasmoro, Burangrang, Gema dan Dering I.

Saat dilakukan temu lapang, hampir semua varietas sudah berumur sekitar 80 hari, sehinga beberapa diantaranya sudah siap untuk dipanen. Varietas yang paling diminati petani adalah Anjasmoro dan Argomulyo karena berbiji besar dan pertumbuhannya cukup baik.

Prof. Dr. Arief Harsono dan Dr. A. A. Rahmianna menyampaikan Publikasi ke BPTP Sumsel dan sebagai Narasumber Temu Lapang UPSUS Kedelai di Sumatera Selatan 29 Juli 2015.

Prof. Dr. Arief Harsono dan Dr. A. A. Rahmianna menyampaikan Publikasi ke BPTP Sumsel
dan sebagai Narasumber Temu Lapang UPSUS Kedelai di Sumatera Selatan 29 Juli 2015.

Dr. A. A. Rahmiaana dan Prof. Dr. Arief Harsono saat temu lapang di desa Air Saleh, Kabupaten Bayuasin, Sumatera Selatan.

Dr. A. A. Rahmiaana dan Prof. Dr. Arief Harsono saat temu lapang di desa Air Saleh, Kabupaten Bayuasin, Sumatera Selatan.

AH/AAR