Berita » Peneliti Balitkabi di Forum EBTKE ConEx 2015

Semua bangsa di Indonesia mengkhawatirkan kesinambungan pasok energi asal fosil, termasuk Indonesia. Dilahirkannya Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) pada tahun 2010 dianggap sebagai langkah penting dalam upaya percepatan pengembangan energi baru, terbarukan dan konservasi energi menuju ketahanan energi nasional.

Indonesia memiliki potensi energi baru terbarukan yang sangat besar, termasuk yang bersumber dari biomassa sekitar 50 GW. EBT diatur oleh PP No. 79 tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional, yang disebutkan bahwa konstribusi EBT dalam bauran energi primer nasional pada tahun 2025 adalah sebesar 23%.

Dalam rangka meningkatkan partisipasi para stakeholder dalam mensukseskan program-progam Pemerintah Indonesia di bidang energi baru terbarukan dan konservasi energi; meningkatkan pengetahuan, apresiasi, dukungan dan peran serta masyarakat terhadap implementasi program dan kebijakan di bidang energi baru terbarukan dan konservasi energi; menyebarluaskan informasi mengenai implementasi energi baru terbarukan dan konservasi energi kepada masyarakat dan stakeholder terkait, dilakukan Seminar Internasional, EBTKE ConEx ke 4, 19–21 Agustus 2015 di JCC Jakarta, diikuti oleh sekitar 1500 peserta.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said SE, MBA, pertumbuhan energi nasional mencapai 7%/tahun, meningkat setiap tahun. Pemerintah telah menargetkan 35000 megawatt. Saatnya mengubah paradigma pengelolaan energi saat ini.

EBTKE ConEx 2015 keempat bertemakan Time to act: accelerate the implementation of renewable energy, dilakukan bersamaan dengan The 3rd Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition (IIGCE) 2015.

Presiden RI mengingatkan kembali bahwa konstribusi energi fosil saat ini mencapai 95% dari bauran energi nasional. Pertanda tersebut memerlukan perhatian khusus. Pemerintah harus memberikan kemudahan dalam hal perijinan, insentif, tarif dsbnya.

Hal tersebut perlu dilakukan agar percepatan Membangun Kedaulatan Energi Nasional segera tercapai. Semua potensi dan sumberdaya energi terbarukan harus segera diwujudkan.

20-8-15

Pada EBTKE ConEX 2015, lima peneliti Balitkabi menyampaikan makalah tentang potensi energi terbarukan dari komoditas akabi yaitu Dr. Sholihin (Performance of promising clones of cassava for high tuber and ethanol yield on some location over years in Indonesia), Dr. Kartika N. (Characterization of physico-chemical properties of cassava tuber), Dr. Heru K. (Soybean biodiesel: prospects and challenges in Indonesia), Ayda Krisnawati M.Sc (Consistency of biomass production from several soybean genotypes in various agro ecology of Indonesia), dan Dr. Muchlish Adie (Identification and clustering soybean genotypes with high biomass production as a source of renewable energy). Mengakhiri sambutannya, Menteri ESDM: 35.000 megawatt atau mati lampu ???.

MMA