Berita » Peneliti Balitkabi Ikuti Koordinasi Litsaluh Regional di Medan

Tujuh peneliti Balitkabi bersama 319 peserta lainnya, termasukForum Komunikasi Profesor RisetBadan Litbang Pertanian, mengikuti Pertemuan koordinasi Litsaluh (Peneliti perekayasa dan penyuluh) wilayah barat, di Medan, 21-23 Februari 2013.Peserta dari Balitkabi tersebut adalah Prof. Dr. Marwoto, Prof Dr. Arief Harsono, Dr. M. Yusuf, Dr.Heru Kuswantoro, Ir. Sumartini, MS, Dr. Titiek Sundari, dan Ir. Sri Hardaningsih,MS.

Para peserta temu koordinasi disambut dengan tarian tradisional

Tujuan dari penyelenggaraan Temu Koordinasi Peneliti, Perekayasa, dan Penyuluh lingkup Badan Litbang Pertanian adalah melakukanreview dan membahas status terkini (state of the art) litkajibangluhrap terutama dalam mengoptimalkan capaian kinerja periode 2010–2014. Secara spesifik tujuan penyelenggaraan temu koordinasi peneliti, perekayasa, dan penyuluh lingkup Badan Litbang Pertanian adalah untuk: (1) Melakukanreview dan membahas status terkini (state of the art) litkajibang-luh-rap, 2010–2012 dalam mendukung empat target sukses Kementan, (2) Memformulasikan revitalisasi manajemen litkajibangluhrap berbasis Manajemen Korporasi (Corporate Management), dan (3) Melakukan pembahasan penuntasan program litkajibangluhrap 2013–2014, sebagai antisipasi dinamika pembangunan pertanian. Keluaran yang diharapkan dari penyelenggaraan Temu Koordinasi ini secara rinci adalah: (1) Status terkinilitkajibang-luh-rap, 2010–2012 dalam penuntasan kinerja litbang 2010–2014 mendukung empat target sukses Kementan, dan (2) Formulasi revitalisasi manajemen litkajibang-luh-rap berbasis Manajemen Korporasi (Corporate Management).

Berdasarkan dinamika pembangunan pertanian saat ini, Temu Koordinasi Peneliti, Perekayasa, dan Penyuluh lingkup Badan Litbang Pertanian, dengan tema:“Konsolidasi Manajemen Litkajibang-luh-rap Mempercepat Operasionalisasi Program Terobosan Inovasi Pertanian”.

Bapak Tanding Sembiring, salah seorang petani sayur sedang berdialog dengan para peserta temu koordinasi

Pada hari pertama dilakukan Field Trip yang dibagi dalam empat kelompok, yaitu: (1) kunjungan ke PT Horti Jaya untuk melihat prosesing penyiapan sayur-sayuran yang akan diekspor, dilanjutkan ke perkebunan jeruk milik rakyat, (2) kunjungan ke pertanaman hias, (3) kunjungan kepertanaman sayur, dan (4) kunjungan ke integrasi ternak dan perkebunan. Peserta dari Balitkabi dibagi mengikuti field trip yang juga dibagi dalam empat kelompok, dengan distribusi ke masing-masing objek kunjungan tersebut.

Kegiatan inti pertemuan Litsaluh dilaksanakan pada hari kedua. Pembukaan dilakukan oleh Plt. Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. M. Syakir. Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan sidang pleno membahas materi yang disampaikan oleh para narasumber. Pemaparan oleh para narasumber berlangsung hingga pukul 12.00, yang dilanjutkan dengan sidang dan diskusi kelompok setelah istirahat siang. Sidang dan diskusi kelompok dibagi ke dalam empat kelompok, yaitu : (1) Inovasi Unggulan dan Program Strategi Hortikultura 2010-2012, (2) Inovasi Unggulan dan Program Strategis Pascapanen dan Mekanisasi 2010-2012, (3) Inovasi Unggulan dan Program Strategis Spesifik Lokasi Wilayah Sumatra 2010-2012, dan (4) Inovasi Unggulan dan Program Strategis Terobosan BB Biogen/BBSDLP 2010-2012. Sidang dan diskusi kelompok berlangsung hingga pukul 18.00. Pada malam hari, acara dilanjutkan dengan malam keakraban.

Penutupan dilakukan pada hari ketiga, dengan diawali presentasi dari hasil sidang kelompok yang dilanjutkan dengan ikrar peneliti, perekayasa dan penyuluh; motivasi dan syukur; pembacaan rumusan; arahan dan penutupan oleh Bapak Kepala Badan Litbang Pertanian.


Pertanaman wortel di kebun petani di Kabupaten Berastagi

Pada arahannya Bapak Kepala Badan Litbang Pertanian menyampaikan bahwa makna diadakannya temu koordinasi Litsaluh adalah: (1) Pertemuan antara dua generasi pegawai Badan Litbang Pertanian, (2) Untuk bersama-sama menghadapi dan menyambut tantangan di bidang pertanian yang jauh lebih rumit demi kemajuan Kementerian Pertanian, (3) Membangun Litkajibangrap yang kuat, untuk itu minimal ada tiga hal yang perlu ditingkatkan, yaitu infra struktur riset, sumberdaya manusia, dan memperkuat jaringan.


Bapak Beny petani tanaman hias (terutama krisan) di desa Raya, Brastagi menerangkan budidaya, dan
pemasarannya, Kamis 22 Februari 2013

Tantangan ke depan Badan Litbang Pertanian yang semakin besar, dan akan bisa terwujud apabila kapasitas sumber daya manusia dan fasilitas juga ditingkatkan. Peningkatan kapasitas tersebut harus dibarengi dengan adanya peningkatan “coorperate management”. Hal tersebut mempunyai arti membangun dari segi research, extention, dan engineering secara berkaitan. Setelah tahun 1995 sampai sekarang, Badan Litbang Pertanian berada pada posisi grafik kedua yang mempunyai tag-line Science, innovation, dan network.


Salah seorang pedagang sedang memisahkan bunga yang diperdagangkan

Her/AW