Berita » Peneliti Balitkabi ikuti Nuffic Training Course

Seluruh peserta training breeding techniques for crop adaptation to abiotic stress factors in Indonesia

Seluruh peserta training breeding techniques for crop adaptation to abiotic stress factors in Indonesia

Bertempat di IPB University, Peneliti Balitkabi (Ratri Tri Hapsari, S.P., M.Si) berkesempatan mengikuti training course dengan tema “Capacity building for breeding techniques and seed technology for crop adaptation to abiotic stress factors in Indonesia” yang diselenggarakan oleh Wageningen University bekerjasama dengan IPB dan EWINDO pada tangga 14-18 Oktober 2019.

Training mengenai teknik pemuliaan terhadap cekaman abiotik merupakan bagian dari program TMT (Tailor Made Training) yang didanai oleh Nuffic (Netherland Organization for International Co-operation in Higher Education). Training ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan peserta tentang pemuliaan tanaman terhadap cekaman abiotik. Training ini diikuti oleh 21 peserta yang berasal dari perguruan tinggi (IPB University, Universitas Andalas, Universitas Sriwijaya, Universitas Padjajaran, Universitas Trilogi) serta lembaga riset pemerintah dan swasta (BALITSA, BALITKABI, BB-BIOGEN, Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Pusat Penelitian Teh dan Kina, CORTEVA, dan EWINDO).

Pada pembukaan acara pelatihan, Dr. Danial Daniel (Program Leader TMT) mengungkapkan pada tahun ini sudah ada 40 proposal dari berbagai negara yang masuk ke Nuffic untuk diseleksi. Indonesia termasuk 52 negara yang diperbolehkan untuk mengirimkan proposal traning. Danial Daniel lebih lanjut menjelaskan tentang Wageningen University dan Research (WUR), Grup Plant breeding di WUR, Nuffic dan OKP, serta kegiatan dan penilaian selama training berlangsung. Disampaikan bahwa WUR masuk dalam universitas terbaik di dunia dalam bidang pertanian selama 14 tahun. Terdapat 10 topik dalam program pemuliaan tanaman di WUR, yaitu Biodiversity and genetic variation, Breeding for resistance in Solanacea, Non host and insect resistance, Breeding for abiotic stress tolerance, Breeding for quality, Breeding for growth and development, Ornamentals and tissue culture, Mushrooms, Quantitative aspects of plant breeding, serta Biobased economy.

Narasumber training course dari Wageningen University Dr. Danial Daniel, Dr. Gerard van der Linden, Dr. Sjaark van Heusden (kiri-kanan)

Narasumber training course dari Wageningen University Dr. Danial Daniel, Dr. Gerard van der Linden, Dr. Sjaark van Heusden (kiri-kanan)

Kegiatan pelatihan berlangsung dalam bentuk penyampaian materi di kelas oleh narasumber, tugas kelompok, dan kunjungan ke fasilitas penelitian di EWINDO. Tiga narasumber dihadirkan untuk memperkaya pemahaman peserta, yakni Dr. Gerard van der Linden, Dr. Sjaark van Heusden dari WUR serta Dr. Trikoesoemaningtyas dari IPB University. Materi pelatihan yang diberikan mencakup pengenalan terhadap cekaman abiotik, tantangan dalam pemuliaan cekaman abiotik, respon tanaman terhadap cekaman abiotik, karakter tanaman pada cekaman abiotik, studi kasus pada cekaman abiotik, pendekatan molekular untuk pemuliaan tanaman.

Proses pembelajaran secara diskusi kelompok dan presentasi

Proses pembelajaran secara diskusi kelompok dan presentasi

Selain menerima materi dari narasumber, di dalam grup, peserta pelatihan juga mendesain program pemuliaan tanaman cekaman abiotik. Pada hari terakhir pelatihan, peserta diajak melihat fasilitas yang ada di R&D EWINDO meliputi : tempat penyimpanan materi genetik pemulia, Lab Biomolekuler, Lab Kultur Jaringan, Lab Proteksi, rumah kassa, dan percobaan di lapang.
RTH