Berita » Peneliti Balitkabi Ikuti Pelatihan Penulisan SATNET ASIA

satnet-writeshop-photo-text

Dua peneliti yunior Balitkabi, Alfi Inayati S.P., M.P. dan Herdina Pratiwi S.P., mengikuti pelatihan penulisan dengan judul “Workshop on translating research finding to knowledge accessible to extension workers and farmers” di Bogor, 12-14 November 2012.Workshop diselenggarakan oleh SATNET ASIA (The Network for Knowledge Transfer on Sustainable Agricultural Technologies and Improved Market Linkages in South and Southeast Asia), bekerjasama dengan CAPSA-UNESCAP (The Centre for Alleviation of Poverty through Sustainable Agriculture) dan The European Union. Pelatihan bertujuan meningkatkan kemampuan organisasi penelitian dan pengembangan untuk mengidentifikasi hasil-hasil penelitian yang menarik dan bernilai, kemudian mengemas, menyajikan dan menyebarluaskan temuan kepada sasaran yang tepat. Pelatihan diikuti oleh 16 orang peserta dengan latar belakang peneliti, penyuluh, komunikasi publik, dan pembuat kebijakandari Indonesia, Kambodia, Filipina, Myanmar, dan Laos.

Materi disampaikan oleh nara sumber dari Indonesia dan CAPSA, meliputi: (1) Peningkatan pemahaman peserta tentang faktor-faktor yang menimbulkan gap di antara peneliti dan pengguna. Disampaikan oleh Dr. Oswald Marbun dari BPTP Jawa Barat; (2)Peningkatan pemahaman tentang prinsip-prinsip penulisan dengan orientasi ke pembaca serta bagaimana menyampaikan pesan yang jelas ke audiens yang dimaksud. Disampaikan oleh Martina Spisiakova (CAPSA’s Knowledge Management Officer), dan (3)Pengenalan struktur lembar kerja (factsheet) yang disebarkan melalui SATNET Asia. Disampaikan oleh Simone Kathrin Kriesemer dari Food Security Center (FSC) Jerman.



Peserta Writeshop berfoto bersama dengan Direktur CAPSA Dr. Katinka Weinberger, dan pengajar Dr. Oswald Marbun
(BPTP Jawa Barat) dan Martina Spisiakova dari CAPSA

Selain pemberian materi, workshop juga diisi tugas-tugas individu, diskusi berpasangan maupun kelompok tentang bagaimana menulis dengan jelas dan sederhana tapi dimengerti oleh audien. Pada hari ketiga, peserta dilatih untuk mentransfer studi kasus yang telah dipersiapkan sebelumnya ke dalam lembar kerja (factsheet) dari SATNET sesuai dengan struktur yang telah disampaikan oleh nara sumber.

Meskipun berasal dari berbagai negara dengan latar belakang bahasa dan budaya yang berbeda-beda, semua peserta dapat beradaptasi dengan baik dengan materi yang diberikan. Terlebih lagi, rangkaian workshop diatur sedemikian rupa di mana materi, praktik dan diskusi diadakan secara berselang-seling sehingga acara workshop tidak membosankan.


Suasana pelatihan: saat diskusi kelompok atas, suasana di kelas (bawah

Setelah kembali ke organisasi masing-masing, para peserta diharapkan dapat (1)Lebih memahami tentang isu-isu pengetahuan dan kesenjangan antara penelitian dan penuyuluhan/diseminasi, (2)Meningkatkan ketrampilan komunikasi dalam penulisan untuk audien yang dimaksud, dan (3)Memperkuat hubungan antara peneliti sebagai dasar dalam menjalin kerja sama dalam berbagi praktik, pengetahuan dan pengalaman melalui SATNET Asia.