Berita » Peneliti Balitkabi Ikuti Seminar Nasional Faperta UMP

Penyampaian materi oleh pembicara utama

Penyampaian materi oleh pembicara utama

Delapan peneliti Balitkabi ambil bagian sebagai pemakalah dalam Seminar Nasional yang diselenggarakan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah (UMP), Purwokerto pada 22 Agustus 2019. Seminar mengusung tema “Optimalisasi Sumber Daya Lokal untuk Pembangunan Pertanian Terpadu dan Berkeadilan”. Seminar bertempat di Auditorium Ukhuwah Islamiyah UMP diikuti kurang lebih 100 orang peserta terdiri dari mahasiswa, peneliti, dosen, lembaga penelitian, praktisi pertanian, dan pihak swasta. Makalah yang diseminarkan berjumlah total 79 makalah terdiri dari 65 makalah oral dan 14 makalah poster.

Pembicara utama dalam seminar tersebut adalah Ir. Gatut Sumbogodjati (Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman, Kementerian Pertanian), Prof. Dr. Ir Masyhuri (Dosen Fakultas Pertanian UGM), Dr. Pujiharto, S.P., M.P. (Dosen Fakultas Pertanian UMP), dan Ir. Gembong Danuningrat (Dosen dan Praktisi Pertanian). Ir. Gatut Sumbogodjati memaparkan tentang Kebijakan Pembangunan Pertanian Terpadu dan Berkelanjutan. Prof. Dr. Ir Masyhuri menyampaikan bagaimana Membangun Pertanian Masa Depan. Dr. Pujiharto, S.P., M.P. menyampaikan hasil penelitiannya berjudul Identifikasi Sumberdaya, Kearifan Lokal, dan Pengetahuan Lokal Petani pada Usahatani Sayuran di Dataran Tinggi Dieng. Sedangkan Ir. Gembong Danuningrat berbagi ilmu mengenai Kewirausahaan dalam Pembangunan Pertanian Nasional.

Kebijakan pembangunan pertanian khususnya tanaman pangan dititikberatkan pada : 1) Memantapkan swasembada padi dan jagung, 2) Meningkatkan produksi kedelai dan lainnya, 3) Komoditas substitusi impor yaitu beras, jagung, singkong, dan sagu, 4) Komoditas komersial dan ekspor seperti kacang hijau, kacang tanah, ubi, dan jagung, 5) Membangun kawasan skala ekonomi, sejahterakan petani.

Guna mewujudkan kebijakan pertanian tersebut diperlukan pengembangan kawasan pertanian berbasis korporasi petani. Menurut Dr. Ir. Masyhuri, pola pertanian masa depan merupakan pertanian tradisional, pertanian konvensional yang semakin maju, pertanian untuk memenuhi tuntutan khusus, pertanian dengan teknologi tinggi menggunakan revolusi 4.0. Dr. Pujiharto mencontohkan suatu sistem usaha yang telah berjalan turun menurun pada usahatani sayuran di Dataran Tinggi Dieng berdasarkan kearifan lokal dan pengetahuan lokal petani. Dari pengetahuan lokal tercipta ide potensial dalam pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya yang ada secara lestari. Sebagai praktisi pertanian, Ir. Danuningrat berbagi ilmu bagaimana menciptakan wirausaha yang melibatkan pemuda hingga pensiunan di bidang pertanian maupun peternakan dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan, mulai dari pengolahan lahan hingga pemasaran. Keberhasilan wirausahawan dapat dicapai dengan menerapkan informasi, ide, inisiatif, inovasi, serta keyakinan dalam berdoa dan berusaha.

Setelah penyampaian materi dari pembicara utama, seminar dilanjutkan dengan presentasi makalah oral secara paralel yang terbagi dalam empat kelompok. Delapan peneliti Balitkabi ikut serta sebagai pemakalah dalam seminar tersebut yaitu Ir. Fachrur Rozi, M.S., Herdina Pratiwi, S.P., M.P, Ayda Krisnawati, S.P., M.Sc., Ratri Tri Hapsari, S.P. MSi, Rina Artari, M. Biotech, Wiwit Rahajeng, S.P., Sutrisno, S.P., Kurnia Paramita, S.P.

Peserta dari Balitkabi

Peserta dari Balitkabi

HP