Berita ยป Peneliti Balitkabi Ikuti Working Group Meeting Penyakit Seedborne Kacang Tanah di China

laporan-meeting-di-china_ed

Dua peneliti Balitkabi, Ir. Mudji Rahayu, MS dan Dr. Novita Nugrahaeni, mengikuti Working Group Meeting for Groundnut Soilborne Diseases di CAAS-OCRI (Chinese academy of Agricultural Sciences-Oil Crops Research Institute), Wuhan, China pada, 8-10 Juni 2013. Kegiatan tersebut disponsori oleh CAAS-OCRI, China dan ICRISAT, India. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Working Group Kacang tanah, dan lanjutan dari pertemuan di Bangkok, Thailand tanggal 11-12 Desember 2012. Pertemuan diikuti oleh peneliti kacang tanah dari enam negara, yaitu China, India, Indonesia, Srilangka, Thailand, dan Vietnam, dan dibuka oleh Deputy Director OCRI (Dr. Liao Boshou) dan Director General ICRISAT (Dr. Wiliam Darr).

Kegiatan yang dilakukan selama pertemuan adalah penyampaian metodologi deteksi dan kemajuan cara pengendalian penyakit tular tanah pada kacang tanah oleh Dr. Liying Yan (OCRI), Prof. Dr. Liao Boshou (OCRI), Dr. F. Waliyar (ICRISAT-WCA), Dr. Hari Sudini (ICRISAT-India), Dr. Njoroge (ICRISAT-ESA), presentasi kemajuan penelitian di masing-masing negara peserta, dan kunjungan ke fasilitas lab dan pertanaman kacang tanah di lahan petani di Wuhan.

Di antara penyakit tular tanah pada kacang tanah, penyakit layu bakteri dan kontaminasi aflatoksin oleh Aspergillus flavus, merupakan penyakit penting di Indonesia. Pengendalian penyakit layu d Indonesia masih mengandalkan penggunaan varietas unggul, demikian juga dengan di China, namun di China penelitian cara pengendalian lain sebagai komponen pengendalian secara terpadu dilakukan secara intensif.

Kontaminasi aflatoksin pada biji kacang tanah yang disebabkan oleh Aspergillus flavus telah menjadi perhatian banyak negara produsen kacang tanah. Sehingga penelitian cara-cara pengendalian (menghilangkan/mengurangi) kontaminasi aflatoksin ini telah mengalami kemajuan yang cukup besar. Baik dari komponen varietas, maupun cara-cara budidaya dan prosesing hasil panen.

China merupakan produsen kacang tanah terbesar di dunia, dengan luas tanam terbesar kedua di dunia. Keberhasilan pengendalian terhadap penyakit layu bakteri melalui varietas tahan dengan latar belakang genetik hasil tinggi, dan teknologi mulsa untuk memberikan lingkungan tumbuh optimal tanaman telah meningkatkan produksi dan produktivitas kacang tanah secara signifikan. Keragaan tanaman di lahan petani yang menggunakan varietas tahan layu dan teknologi mulsa nampak sangat bagus.gaan tanaman kacang tanah di petani di daerah Wuhan (kiri).

Novita