Berita » Peneliti Balitkabi Ikuti Monev KKP3T TA 2012

Prof. Dr. Subandi sedang memaparkan hasil penelitiannya dalam Monitoring dan Evaluasi KKP3T TA 2012 dan Kerjasama Lainnya Badan Litbang Pertanian

Monitoring dan Evaluasi KKP3T TA 2012 dan Kerjasama Lainnya Badan Litbang Pertanian diselenggarakan pada 31 Oktober hingga 2 November 2012 di Yogyakarta, dibuka oleh Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. Haryono. Monev ini diikuti oleh berbagai pendanaan kerjasama dari KKP3T, Research Grant Badan Litbang, IRRI, IPI, AFACI, dan ACIAR. Dalam pembukaan disampaikan bahwa pada TA 2013, KKP3T akan diubah menjadi KKP3N supaya bentuk kerjasama ini dapat menjadi lebih luas.

Pada kesempatan ini Balitkabi memaparkan enam judul penelitian kerjasama dengan pendanaan dari Resarch Grant Badan Litbang, IPI, AFACI, dan ACIAR (Tabel 1).

Tabel 1. Judul penelitian kerjasama Balitkabi TA 2012

No.

Judul

Dana

Penanggung jawab

1.

Pembentukan Varietas Unggul Ubijalar Adaptif Lahan Kering Masam dengan Kadar Pati Tinggi (>20%) dan Produktivitas >25 t/ha

Research Grant

Dr. M. Jusuf

2.

Toleransi Galur Kacang Tanah terhadap Lahan Kering Masam

Research Grant

Prof. Dr. Astanto Kasno

3.

Respon Of Soybean to Potassium In Lowland Under Rice-Rice Soybean Cropping Patern in Indonesia

Hibah IPI

Prof. Dr. Subandi

4.

Variety Development and Improvement Of Production Technologies Of The Tropical Soybean

Hibah AFACI

Dr. Heru Kuswantoro

5.

Building More Profitable and Resilent Farming System In Nangroe Aceh Darussalam and New South Wales

Hibah ACIAR

Dr. A.A. Rahmianna

6.

Productivity and Profitablity Enhancement Of Tropical Pulses In Indonesia and Australia

Hibah ACIAR

Dr. A.A. Rahmianna

Pada penelitian berjudul “Pembentukan Varietas Unggul Ubijalar Adaptif Lahan Kering Masam dengan Kadar Pati Tinggi (>20%) dan Produktivitas >25 t/ha”, Dr. M. Jusuf memaparkan bahwa dari uji kesesuaian klon ubijalar terhadap lahan kering masam di Kepulauan Riau dan Sumbar yang dilaksanakan pada MKI 2012, terpilih 15 klon terbaik untuk uji multi-lokasi (UML) pada MK II 2012. Klon terpilih tersebut memiliki kadar pati >20% dengan kisaran produksi 20-30 t/ha. Hasil penelitian masih belum mencapai target produksi yang diinginkan (25 t/ha) akan tetapi kadar patinya sudah melebihi varietas pembanding Sukuh (20%). UML yang dilakukan di tiga lokasi (Sumbar, Kepri, dan Jambi) saat ini sudah berumur sekitar 3 bulan dan diperkirakan panen pada akhir November 2012. Diperlukan penelitian lanjutan uji multi lokasi di 6-7 lokasi agar tercapai varietas yang diinginkan. Data pendukung untuk pelepasan varietas akan dilaksanakan terhadap uji ketahanan tehadap cekaman biotik dan abiotik.

Prof. Dr. Astanto memaparkan penelitian berjudul “Toleransi Galur Kacang Tanah terhadap Lahan Kering Masam”. Dari penelitian ini diperoleh dua galur G/92088//92088-02-B-2-8 dan G/92088//92088-02-B-2-8-2 yang adaptif dan produktif di lahan kering masam, potensi hasil masing-masing 4,0 t/ha dan 3,7 t/ha polong kering. Pengapuran memperbaiki skor pertumbuhan kacang tanah dan produktivitas kacang tanah. Pemberian Dolomit setara setengah Aldd telah memadai. Galur kacang tanah G/92088//92088-02-B-2-8 dan G/92088//92088-02-B-2-8-2 telah memenuhi syarat pelepasan varietas sehingga dapat diusulkan dilepas sebagai VUB adaptif dan produktif di lahan kering masam. Galur IC 87123/86680-93-B-75-55 memiliki potensi hasil tinggi tetapi memiliki indeks toleransi cekaman kemasaman rendah dapat diusulkan sebagai VUB kacang tanah adaptif dan produktif pada lahan kering.

Pada penelitian berjudul “Variety Development and Improvement Of Production Technologies of the Tropical Soybean” Dr. Heru Kuswantoro melaporkan bahwa terdapat empat galur harapan adaptif lahan kering masam yang memiliki hasil tinggi yaitu Tgm/Anj-862 (2,5 t/ha), Tgm/Anj-847 (2,4 t/ha) dan Tgm/Anj-856 (2,4 t/ha). Galur harapan adaptif lahan kering masam Tgm/Anj-862 dan Tgm/Anj-933, serta galur harapan toleran kekeringan fase reproduktif DV/2984-330-1-1-16 diidentifikasi toleran terhadap Bemisia tabaci. Di samping itu Tgm/Anj-862 juga diidentifikasi memiliki kandungan protein yang tinggi sampai 42,02%. Dari uji adaptasi kedelai introduksi dari Korea Selatan diperoleh varietas Cheongja 3 dan Daehwang yang memiliki ukuran biji sangat besar berturut-turut 32,46 g/100 biji dan 33,94 g/100 biji. Hasil biji per tanaman yang setara dengan varietas pembanding Detam-1 (11,63 g/tan) adalah Songhak (11,30 g/tan) dan Daewon (12,76 g/tan).

Prof. Dr. Subandi sedang memaparkan hasil penelitiannya dalam Monitoring dan Evaluasi KKP3T TA 2012 dan Kerjasama Lainnya Badan Litbang Pertanian

Sebagian peserta Balitkabi dalam Monitoring dan Evaluasi KKP3T TA 2012 dan Kerjasama Lainnya Badan Litbang Pertanian