Berita » Peneliti Balitkabi Mengikuti Sustainable Development Conference 2015

Pada tanggal 5-7 Juli 2015 telah dilaksanakan 3rd Annual Sustainable Development Conference-SDC 2015 dengan tema ‘Green Technology, Renewable Energy and Environmental Protection’ di Bangkok, Thailand. Pada konferensi yang diikuti oleh 62 orang peserta dari berbagai negara ini disampaikan dua makalah utama dan 42 makalah penunjang (37 makalah oral dan 5 makalah poster).

Makalah utama yang berjudul ‘Strategic investment in Cleanweb’ disampaikan oleh Dr. Anthony Watanabe dari Asia Clean Innovations (Bangkok); sementara, makalah utama lain dengan judul ‘ASEAN Economic Community-AEC 2015 and Crop Protection Regulation Harmonization’ disampaikan oleh Dr. Vasant Patil dari CropLife Asia (Singapura).

Dian Adi Anggraeni Elisabeth, peneliti Balitkabi berkesempatan mengikuti konferensi tersebut dan menyampaikan makalah berjudul ‘Response of Trainees on Introduction of Tuber-Based Food Products in Relation to Food Security and Diversification: a Case Study of Training for Trainees Facilitated by Food Security Agency of East Java Province’.

Pemakalah lain dari Indonesia adalah Dr. Meita Rumbayan dari Universitas Sam Ratulangi dengan judul presentasi ‘Emission and Financial Analysis of Geothermal Resources in Lahendong Sites, North Sulawesi, Indonesia’ and seorang observer Totar Maria Tambunan, S.E., Akt., pegawai Dirjen Pajak yang saat ini sedang mengambil studi master-nya di Lee Kuan Yew School of Public Policy of NUS, Singapura.

Saat presentasi makalah (kiri), Seluruh Peserta SDC 2015 (kanan) Tulisan peneliti yang disampaikan dalam konferensi merupakan hasil kegiatan diseminasi berupa training pengolahan pangan berbasis aneka umbi potensial yang dilaksanakan oleh Balitkabi bekerjasama dengan BKP Provinsi Jawa Timur pada tahun 2014.

Inti tulisan dikaitkan dengan tema konferensi adalah bahwa pada saat ini masalah pembangunan tidak lagi sekedar hanya bertumpu pada infrastruktur, namun juga pada peningkatan kebutuhan pangan seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk.

Ketahanan pangan (food security) telah menjadi perhatian dunia dan menjadi prioritas pembangunan nasional dari waktu ke waktu. Salah satu aspek penting ketahanan pangan adalah diversifikasi pangan sebagai suatu upaya untuk mengurangi ketergantungan pada satu jenis bahan pangan pokok tertentu.

Diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal, diantaranya aneka umbi dilaksanakan dengan memanfaatkan teknologi pengolahan pangan sehingga pangan alternatif ini memiliki penampilan, citarasa, dan kepraktisan seperti produk pangan lain yang telah ada.

15-7-15a

15-7-15b

DAAE