Berita ยป Peneliti Balitkabi Mengikuti Working Group Meeting Kacang Tanah di Thailand

Foto group peserta Working Group Meeting on Groundnut Bacterial Wilt and Sclerotium Stem Rot Diseases (kiri) dan Ir. Mudji Rahayu, MS sedang menyampaikan status dan pengendalian penyakit tular tanah pada kacang tanah di Indonesia (kanan).

Dua peneliti Balitkabi, Ir. Mudji Rahayu, MS dan Dr. Novita Nugrahaeni, mengikuti Working Group Meeting on Groundnut Bacterial Wilt and Sclerotium Stem Rot Diseases di Bangkok, Thailand pada 11 dan 12 Desember 2012. Pertemuan disponsori oleh pemerintah China dan dikoordinasikan oleh ICRISAT, India, diikuti oleh peneliti kacang tanah (pemulia dan peneliti penyakit) dari lima negara, yaitu China, India, Indonesia, Thailand, dan Vietnam. Pertemuan dibuka oleh Direktur FRI (Food Crop and Renewable Energy Institute), Thailand, Dr. Thongchai Tangpremsri.

Kegiatan yang dilakukan selama pertemuan adalah penyampaian status penyakit tular tanah pada kacang tanah, kemajuan cara pengendalian pada masing-masing penyakit, fasilitas dan SDM tersedia, dilanjutkan diskusi dan penentuan status penyakit penting yang menjadi masalah bersama di kelima negara serta area kerjasama penelitian yang ingin dilakukan oleh masing-masing negara peserta. Penyakit layu bakteri merupakan penyakit tular tanah paling penting di negara-negara peserta, kecuali India. Sedangkan sebagai antisipasi perubahan iklim global terutama pada peningkatan suhu, penyakit busuk batang Sclerotium merupakan penyakit yang paling potensial untuk menjadi penyakit tular tanah penting di semua negara peserta.

Foto group peserta Working Group Meeting on Groundnut Bacterial Wilt and Sclerotium Stem Rot Diseases (kiri) dan Ir. Mudji Rahayu, MS sedang menyampaikan status dan pengendalian penyakit tular tanah pada kacang tanah di Indonesia (kanan).

Penelitian dan sumber ketahanan pada penyakit layu bakteri yang paling maju dimiliki oleh negara China. Pada kesempatan tersebut, Prof Liao Boshou, Deputy Director OICRI-CAAS, Wuhan, China menawarkan kepada semua peserta yang berminat untuk mendapatkan materi plasma nutfah atau melakukan kunjungan ke lembaga tempat beliau bekerja. Penyakit layu bakteri merupakan penyakit tular tanah paling penting pada kacang tanah, dan merupakan pembatas adopsi varietas unggul kacang tanah di Indonesia. Ketidakstabilitan ketahanan dan dinamika populasi terutama dalam kaitannya dengan keberadaan mikroba antagonis merupakan area penelitian yang penting untuk dipelajari di Indonesia. Semua negara peserta berminat untuk melakukan penelitian awal untuk penyakit busuk batang Sclerotium.

Working Group bermanfaat untuk melakukan penelitian yang lebih komprehensif dengan melibatkan peneliti lintas negara yang masing-masing bekerja sesuai kepakaran dan kemampuannya untuk saling melengkapi dalam mencapai goal bersama. Prinsip kerjasama penelitian seperti ini di Indonesia telah dimulai oleh Badanlitbang Pertanian melalui konsorsium penelitian, terutama untuk komoditas padi.