Berita ยป Peneliti Balitkabi menjadi Narasumber Bimtek Teknologi Budi Daya dan Pengelolaan OPT Ubi Jalar di Blitar

Dua peneliti Balitkabi, yaitu Dr. Ir. Yusmani Prayogo, M.Si. dan Dr. Febria Cahya Indriani, MP., pada tanggal 18 November 2021, menjadi narasumber Bimbingan Teknis (Bimtek) budi daya dan pengelolaan organisme pengganggu tanaman (OPT) ubi jalar yang diadakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Blitar.

Pemaparan materi Bimtek oleh peneliti Balitkabi kepada peserta Bimtek Ubi Jalar

Pemaparan materi Bimtek oleh peneliti Balitkabi kepada peserta Bimtek Ubi Jalar

Bimtek dilakukan di Desa Soso, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, diikuti lebih dari 60 orang, terdiri dari 14 gapoktan, petani ubi jalar, penyuluh pertanian, staf Diperta, pengusaha ubi jalar, dan pengembang pupuk hayati.

Kepala Desa Soso menyampaikan bahwa petani ubi jalar di Kabupaten Blitar sangat haus dengan inovasi teknologi budi daya dan pengelolaan OPT ubi jalar, khususnya yang bersifat ramah lingkungan.

Kabupaten Blitar sudah lama mengembangkan ubi jalar terutama varietas Cilembu, namun produktivitasnya belum optimal.

Kendala produktivitas ubi jalar di Blitar adalah adanya serangan hama penyakit, hal ini disebabkan petani kurang pengetahuan dan ketrampilan dalam mengenali jenis OPT, sehingga teknologi yang diterapkan juga tidak tepat dan hasilnya kurang memuaskan.

Selain itu, stek yang akan ditanam hanya diperoleh dari tetangga yang sudah ditanam puluhan tahun silam, sehingga kualitasnya kurang baik.

Peserta Bimtek Ubi Jalar

Peserta Bimtek Ubi Jalar

Febria menyampaikan topik teknologi budi daya ubi jalar yang mencakup masalah jenis varietas ubi jalar yang mempunyai potensi produktivitas tinggi, selain memiliki kandungan antioksidan (beta karoten dan antosianin), penyiapan stek sebelum ditanam, treatment stek yang akan ditanam, cara panen ubi jalar yang baik dan benar untuk menghindari kerusakan umbi yang diperoleh.

Pada paparan kedua, oleh Yusmani, disampaikan tentang pengenalan jenis hama penyakit ubi jalar dan cara pengendaliannya.

Peserta antusias mengikuti bimtek dan menyampaikan beberapa permasalahan seperti cara menyimpan hasil umbi agar mampu bertahan lebih 7 bulan, umbi Cilembu sering terserang Cylas formicarius, harga jual rendah saat puncak musim panen, cara mendapatkan biopestisida BeBas, bahkan juga disampaikan mendapatkan bimtek tentang olahan produk ubi jalar agar dapat meningkatkan nilai ekonomi komoditas ubi jalar.

YP