Berita » Peneliti Balitkabi menjadi Narasumber Ngobras Penyuluhan Pertanian

Sebagai upaya meningkatkan kapasitas SDM penyuluh pertanian, Pusat Penyuluhan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), 15 Maret 2022 menyelenggarakan kegiatan Ngobrol Asyik (Ngobras) Penyuluhan Pertanian yang ke-12. Ngobras dilakukan secara daring bertemakan Inovasi Kedelai Indonesia. Tiga penyaji adalah Dr. M. Muchlish Adie (Balitkabi), Dr. Ir. Netti Tinaprilla (IPB), dan Sri Mulyadi, S.P. (Penyuluh Pertanian Muda, Grobogan).

Kepala Badan PPSDP, Prof. Dr. Dedi Nursyamsi, M.Agr.

Kepala Badan PPSDMP, Prof. Dr. Dedi Nursyamsi, M.Agr.

Kepala Badan PPSDMP, Prof. Dr. Dedi Nursyamsi, M.Agr., pada saat pembukaan Ngobras menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 yang dialami oleh masyarakat internasional menyebabkan gangguan di sektor ekonomi, termasuk pada ketersediaan dan distribusi pangan.

Narasumber Ngobras edisi ke-12, pemulia kedelai Dr. M. Muchlish Adie

Narasumber Ngobras edisi ke-12, pemulia kedelai Dr. M. Muchlish Adie

“Semua negara mengamankan ketersediaan pangan nasionalnya. Gangguan produksi pangan dunia juga diperparah oleh adanya perubahan iklim. Saat ini, telah terjadi fenomena restriksi”, ujar Dedi. Sekali lagi semua negara melakukan pengamanan pangan masing-masing, termasuk kedelai. Harga kedelai dunia diperkirakan akan tetap mahal. “Ayo tanam kedelai, dan lakukan diversifikasi pangan”, pungkas Dedi.

Muchlish menyampaikan inovasi kedelai nasional dari sisi kesiapan varietas unggul dan teknologi. Netti mengupas kondisi ekonomi kedelai internasional dan potret usahatani kedelai nasional, yang disampaikannya masih berprospek dibudidayakan.

Narasumber Ngobras edisi ke-12, Dr. Ir. Netti Tinaprilla (kiri), dan Sri Mulyadi, S.P. (kanan)

Narasumber Ngobras edisi ke-12, Dr. Ir. Netti Tinaprilla (kiri), dan Sri Mulyadi, S.P. (kanan)

Mulyadi menyampaikan Metuk Jempolan, yakni kedelai ditanam bersama jagung, dan berpotensi pada lahan kering di daerah Grobogan, jagung ditanam dua kali dan kedelai juga sebanyak dua kali. Kedelai bukan bersaing, tapi bersanding dengan jagung, kilahnya. Sesi diskusi juga menjadi menarik, disampaikan potensi dan kendala pengembangan kedelai yang dialami di masing-masing wilayah.

Semoga Ngobras seri 12 memberikan semangat baru untuk pengembangan komoditas kedelai di Indonesia. Petani sejahtera, bangsa berjaya.

MMA