Berita » Peneliti Balitkabi menjadi Narasumber pada Webinar PVTPP

Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) kembali dipercaya menjadi narasumber pada webinar Peningkatan Kompetensi Pendamping Pemulia (Co Breeder) dalam Rangka Pelepasan Varietas Tanaman Pangan yang diselenggarakan oleh Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (Pusat PVTPP),  pada hari Kamis, 31 Maret 2022. Webinar diikuti oleh perguruan tinggi, instansi pemerintah bidang pertanian, maupun swasta.

Dr. Heru Kuswantoro memaparkan perakitan varietas kedelai yang telah dilakukan oleh Balitkabi

Dr. Heru Kuswantoro memaparkan perakitan varietas kedelai yang telah dilakukan oleh Balitkabi

Para narasumber memaparkan tahapan perakitan varietas unggul tanaman pangan, yaitu padi, jagung dan serealia lain, serta aneka kacang dan umbi. “Varietas unggul merupakan komponen utama dalam budidaya tanaman”, ujar Prof. Dr. Ir. Satoto sebagai salah satu narasumber yang berasal dari BB Padi. Prof. Dr. Azrai, MP. (Balitsereal) menyampaikan bahwa seorang pemulia sebagai perakit varietas unggul setidaknya harus memiliki kompetensi dalam bidang botani, agronomi, fisiologi tanaman, genetika, bahkan statistika. Peningkatan kompetensi pendamping pemulia yang menjadi tujuan kegiatan ini diharapkan dapat pula meningkatkan jumlah varietas unggul terdaftar.

Dr. Heru Kuswantoro, pemulia dari Balitkabi, memaparkan lebih banyak mengenai perakitan varietas unggul kedelai. “Sudah banyak varietas unggul kedelai yang dihasilkan oleh Balitkabi Balitbangtan, bahkan sudah merambah ranah pangan fungsional”, ujar Heru. Keunggulan varietas kedelai tersebut meliputi hasil biji, kesesuaian dengan berbagai agroekologi, ketahanan terhadap cekaman biotik, hingga dalam hal nutrisi. “Sebut saja Detam 1, kedelai hitam untuk bahan baku kecap; Deja, Dering, Dena, Demas, dan Depas, keluarga kedelai untuk agroekologi jenuh air, kekeringan, ternaungi, lahan masam, dan pasang surut; hingga Devon dengan keunggulan kandungan isoflavon”, ungkap Heru.

Tidak kalah menariknya, juga dipaparkan  metode mutasi dalam kegiatan pemuliaan oleh Dr. Ir. Sobrizal dari BRIN (OR Tenaga Nuklir – Pusat Riset dan Teknologi Aplikasi Isotop dan Radiasi). Metode mutasi menjadi alternatif terutama dalam pemuliaan tanaman berumur panjang. Namun, seperti metode lainnya, mutasi juga memiliki kelemahan. Jadi, pemilihan metode sebaiknya menyesuaikan tujuan kegiatan pemuliaan yang akan dilakukan.

PHP