Berita » Peneliti Balitkabi menjadi Narasumber Webinar MAF

berita-220306-mafbalitkabi-a

Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus mendorong petani muda (milenial) di sektor pertanian yang profesional, mandiri, berdaya saing, dan berjiwa wirausaha.

Pada Sabtu, 5 Maret 2022, Millennial Agriculture Forum (MAF), Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang mengadakan webinar bertemakan Soybean and Poultry Business for Millenials and Beginners.

Direktur Polbangtan Malang, Dr. Setya Budhi Udrayana S.Pt., M.Si., pada saat membuka webinar menyampaikan bahwa jangan pernah takut untuk berusaha. Webinar MAF ini menjadi ajang sharing ilmu, pengetahuan dan teknologi.

Sangat menarik penyemangat dari Kepala Badan PPSDMP, Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi M.Agr., yaitu mengajak untuk semangat, semangat, dan semangat bergerak di sektor pertanian.

Kepala Badan PPSDMP saat webinar

Kepala Badan PPSDMP saat webinar

Paling penting kuncinya ada di karakter dan mental. Indonesia ini adalah tempat terbaik membudidayakan kedelai. “Benih dan bibit, posisikan sebagai faktor utama di sektor pertanian. Ayo, tanam kedelai, panen pakan ternak; tanam kedelai, panen telur puyuh, tanam kedelai panen daging ayam. Yuk garap kedelai”, pungkasnya.

Direktur Polbangtan Malang (tengah)

Direktur Polbangtan Malang (tengah)

Webinar yang diikuti lebih dari 1000 peserta ini mendatangkan pembicara milenial, yakni Aris Setyawan (owner Aris Puyuh Tulungagung) dan Faradhiba Bariroh Qurrota A’yun (mahasiswi Polbangtan Malang, owner Berkah Farm, PWMP 2021), serta pemulia kedelai dari Balitkabi (M. Muchlish Adie) dengan mengangkat tema Prospek VUB Kedelai untuk Pangan dan Pakan.

Kapus Pendidikan Pertanian saat penutupan webinar

Kapus Pendidikan Pertanian saat penutupan webinar

Pada akhir webinar, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Dr. Idha Widi Arsanti, S.P., M.P., menegaskan kembali, “Generasi milenial jangan pernah ragu untuk terjun ke sektor pertanian. Ekosistem kewirausahaan pertanian akan terus digenjot. Kementerian Pertanian bukan hanya mendorong, namun juga diikuti dengan berbagai aksi konkrit”.

MMA