Berita » Peneliti Balitkabi menjadi Narasumber Webinar Manajemen Tikus Terpadu

Peneliti Balitkabi menjadi narasumber webinar

Peneliti Balitkabi menjadi narasumber webinar

Sebagai wujud pengabdian pada masyarakat selama pandemi Covid-19, Departemen Proteksi Fakultas Pertanian IPB Bogor menyelenggarakan agenda webinar rutin bulanan. Kegiatan tersebut mengangkat berbagai tema seputar organisme pengganggu tanaman dan upaya pengendaliannya. Semakin maraknya serangan hama tikus pada beragam tanaman pangan menjadikan masalah ini menjadi topik webinar putaran ketiga yang dilaksanakan pada hari Kamis, 17 Juni 2021, yaitu “Manajemen Tikus Terpadu: Pendekatan Ekologi, Ekonomi, dan Sosiokultural”. Tiga narasumber ditampilkan dalam webinar tersebut, salah satunya adalah Dr. Nur ‘Aini Herawati, S.Si., M.Sc. yang merupakan peneliti hama tikus dari kelompok peneliti proteksi, Balitkabi.

Webinar dihadiri oleh 510 peserta dengan berbagai latar belakang seperti PPL, POPT, mahasiswa, akademisi, petani, perusahaan swasta, guru, dan peneliti. Pemateri pertama adalah Dr. Ir. Swastiko Priambodo, M.Si. (dosen Hama Vertebrata, Fakultas Pertanian IPB) yang mempresentasikan tentang “Fakta Luar Biasa Tentang Tikus dan Pengelolaannya”. Materi dilanjutkan oleh Dr. Nur ‘Aini Herawati, S.Si., M.Sc., yang mengambil tema “Pengendalian Tikus Berbasis Aspek Bioekologi”. Materi terakhir mengupas tentang “Burung Hantu: Lebih dari Sahabat Petani”, disampaikan oleh Ferril Muhammad Nur yang tercatat sebagai mahasiswa Magister Program Proteksi Tanaman IPB.

Antusiasme peserta terhadap seluk-beluk hama cerdik ini sangat tinggi, terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang disampaikan kepada masing-masing pemateri. Pertanyaan yang dilontarkan berkisar pada karakter tikus, cara pengendalian hingga terobosan baru yang melibatkan inovasi teknologi terkait penerapan fertility control dan pemanfaatan internet sebagai perangkat dalam mendeteksi populasi hama tersebut. Menurut Dr. Ir. Swastiko Priambodo, M.Si., pendekatan teknologi informasi sudah mulai merambah pada aplikasi yang mampu mendeteksi keberhasilan perangkap dalam menjebak tikus, dan sinar laser yang menembak tikus berdasarkan pergerakannya. Sedangkan menurut Dr. Nur ‘Aini Herawati, S.Si., M.Sc. saat ini sedang dilakukan kajian mengenai fertility control sebagai salah satu komponen pelengkap teknologi pengendalian hama (mamalia) yang memiliki tingkat perkembangbiakan sangat cepat, seperti tikus dan hewan pengerat lainnya. Beberapa senyawa chemosterillant sudah terbukti efektif menekan perkembangbiakan individu tersebut, seperti VCD (4-Vinyl Cyclohexene Diepoxide), Diazacon, GonaCon, Nicarbazin, Quinestrol, Levonorgestrel, dan sebagainya. Namun demikian, hingga saat ini yang masih menjadi tantangan adalah menciptakan komposisi umpan yang disukai tikus sawah dan nantinya berfungsi sebagai media pendistribusi bahan aktif chemosterillant. Oleh karena itu masih dilakukan kajian dan identifikasi bahan untuk memperoleh komposisi umpan yang paling disukai tikus sawah. Disamping itu, juga dilakukan uji coba penambahan additif untuk meningkatkan preferensi umpan. Kendala ini terkait dengan sifat tikus yang memiliki sifat jera umpan dan sangat selektif serta hati-hati dalam mengkonsumsi sesuatu yang baru.

NH

Narasumber pada webinar Manajemen Tikus Terpadu

Narasumber pada webinar Manajemen Tikus Terpadu

Salah satu isi materi webinar

Salah satu isi materi webinar