Berita » Peneliti Balitkabi menjadi Narasumber Webinar Pengelolaan Hama dan Penyakit Ubi Jalar

Webinar Bimbingan Teknis PROPAKTANI Direktorat Jenderal Tanaman Pangan pada hari Senin, 17 Januari 2022 menyajikan topik “Strategi Pengelolaan Hama dan Penyakit Ubi Jalar”. Dua peneliti Balitkabi, yakni Dr. Ir. Yusmani Prayogo, M.Si. dan Ir. Sumartini, M.S., masing-masing memaparkan “Strategi Pengelolaan Hama Ubi Jalar” dan “Strategi Pengelolaan Penyakit Ubi Jalar”.

Webinar ProPakTani “Strategi Pengelolaan Hama dan Penyakit Ubi Jalar”

Webinar ProPakTani “Strategi Pengelolaan Hama dan Penyakit Ubi Jalar”

Partisipan yang hadir dalam webinar ini kurang lebih 530 partisipan di kanal zoom dan 126 di Youtube Propaktani TV-Ditjen TP. Yusmani menyampaikan terkait hama utama pada ubi jalar, diantaranya Cylas formicarius, Eryophyes gastroticus, Aspidomorpha miliaris, Bemisia tabaci Genn, dan Omphisa anastomosalis.

Juga dipaparkan tentang teknik pengendalian hama C. formicarius, diantaranya teknik pengendalian dengan kultur teknis (penggunaan mulsa plastik), penggunaan trap, dan penggunaan biopestisida (Beauveria bassiana) atau yang dikenal dengan nama Be-bas.

Penggunaan teknologi ini telah diuji dan diketahui mampu menekan serangan hama C.formicarius hingga 99 % di lahan. Sumartini dalam pemaparannya menyampaikan penyakit di lahan (bercak daun Cercospora, bercak daun Alternaria, bercak daun Phyllosticta, kudis Sphaceloma batatas Saw, dan layu) dan penyakit di gudang (busuk lunak, busuk hitam, busuk hitam java, busuk permukaan, dan busuk arang), serta menjelaskan deskripsi patogen, gejala penyakit dan pengendaliannya.

Teknik pengendalian yang ditawarkan yakni budi daya dengan stek sehat, budi daya melalui penggunaan varietas tahan, kultur teknis (penggunaan mulsa plastik), dan penggunaan fungisida nabati.

Antusiasme partisipan sangat tinggi, dilihat dengan banyaknya pertanyaan di kolom chat di aplikasi zoom maupun Youtube. Menjawab pertanyaan salah satu peserta, Yusmani menekankan bahwa hama penting pada tanaman ubi jalar adalah hama penggerek umbi C. formicarius, sedangkan penyakit penting adalah penyakit kudis (S. batatas).

Pemaparan materi oleh narasumber Dr. Yusmani Prayogo

Pemaparan materi oleh narasumber Dr. Yusmani Prayogo

Untuk mencegah serangan penyakit ini maka perlu adanya perlakuan stek dengan Allium cepa, sedangkan perlakuan stek untuk pengendalian hama C. formicarius yakni dengan menggunakan Biopestisida Be-bas (B. bassiana) yang ditambah dengan bahan perekat.

Adapun permintaan partisipan untuk pendampingan oleh kedua narasumber, dan hal ini ditanggapi sangat baik oleh Yusmani “Ilmu saya akan sia-sia jika tidak saya tularkan ke orang lain yang sangat membutuhkan” pungkasnya. Semoga dengan ilmu yang dibagikan dalam webinar ini, banyak memberi manfaat kepada petani khususnya.

Pemaparan materi oleh narasumber Ir. Sumartini, M.S.

Pemaparan materi oleh narasumber Ir. Sumartini, M.S.

EU