Berita » Peneliti Balitkabi menjadi Narasumber Webinar Perbenihan Porang

Webinar perbenihan dan budidaya porang

Webinar perbenihan dan budidaya porang

“Kawal sistem perbenihan porang”, demikian pesan Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Dr. Ir. Suwandi, M.Si., pada webinar bertajuk “Pengembangan Teknologi Benih dan Budidaya Porang di Indonesia”. Pesan tersebut ditujukan kepada BPSB dan semua pihak yang terlibat dalam penyediaan benih porang, sedangkan kepada petani porang dipesankan untuk hati-hati membeli benih, teliti sebelum membeli. Webinar diselenggarakan atas kerjasama Asbenindo dan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian yang dihadiri lebih dari 800 peserta, dan dilaksanakan 29 Juli 2021. Webinar dibuka oleh Ketua Umum Asbenindo, Ricky Gunawan, dilanjutkan dengan pemaparan dari keynote speaker, Direktur Jenderal Tanaman Pangan.

Animo masyarakat untuk menanam porang semakin meningkat, dan luas tanam porang berkembang sangat pesat di satu sisi. Di sisi lain, banyak peminat porang mengeluhkan ketersediaan benih, atau masih belum mempunyai bekal cukup dalam berbudidaya porang. Webinar ini menghadirkan narasumber untuk membahas aspek hulu, yaitu perbenihan dan budidaya. Pemaparan narasumber diawali dengan mendengarkan pengalaman Dikir Adiwijaya, pelaku usaha porang, dalam pengembangan porang di Madiun, kemudian Rudianto, petani porang asal Sumatera Utara, yang menyampaikan pengalaman sukses sebagai petani porang pemula, dilanjutkan dengan Dr. Ir. Novita Nugrahaeni, MS., peneliti Balitkabi, menyampaikan teknologi budidaya dan karakteristik benih bermutu porang, dan Ir. Pranowo Singgihsandjojo, praktisi kultur jaringan, yang menyampaikan informasi proses dan kemajuan kultur jaringan tanaman porang.

Dalam pemaparannya, Novita menyampaikan karakteristik tanaman porang dan varietas Madiun 1, persyaratan tumbuh dan perkembangan lingkungan tumbuh porang, persiapan tanam hingga panen, serta pemilihan benih bermutu dan beberapa alternatif penyediaan benih porang bermutu sesuai Kepmentan Nomer 620/HK.140/C/04/2020. Sebagian materi diskusi yang mengemuka pada webinar, disamping masalah teknis penanaman porang, adalah tentang karakteristik benih porang bermutu, macam benih porang yang baik diantara empat alternatif macam bahan tanam, dimana mendapatkan benih, harapan adanya bantuan benih dari pemerintah, seberapa besar peran bibit hasil kultur jaringan dalam pemenuhan kebutuhan benih, dan percepatan ketersediaan benih sumber varietas Madiun 1. Porang merupakan tanaman asli dan tersebar luas di Indonesia, oleh karena itu upaya penyelamatan melalui pendaftaran dan pelepasan varietas menjadi perhatian beberapa daerah dengan meminta informasi tatacara pendaftaran dan pelepasan varietas. Diharapkan upaya itu dapat menjadi alternatif penyediaan benih bermutu bagi petani setempat.

porang2 porang1
Pemateri dari Balitkabi (kiri atas) dan Ketua Umum Asbenindo

NN