Berita » Peneliti Balitkabi menjadi Narasumber Webinar tentang AEW

Agro Edu Wisata (AEW) merupakan kawasan pengembangan komoditas pertanian tanaman pangan, bernilai ekonomi tinggi, skala ekonomi memadai dan bersifat tematik, dan atau melalui pengembangan inovasi pertanian yang berfungsi sebagai tempat magang, pelatihan, kemitraan, pusat diseminasi, dan kawasan wisata yang ramah kunjungan dan ramah lingkungan bagi wisata domestik maupun internasional.

Flyer Webinar ProPakTani Episode 270

Flyer Webinar ProPakTani Episode 270

Rabu, 5 Januari 2022, peneliti Balitkabi, Dr. Runik Dyah Purwaningrahayu, menjadi salah satu narasumber dalam webinar ProPakTani episode 270. Berlangsung secara daring dengan jumlah partisipan 100 orang, acara ini juga menghadirkan narasumber dari AEW Bukit GG Kabupaten Magelang, dan AEW Kelurahan Mulyaharga Kota Bogor, dan dibuka oleh Direktur Jenderal Tanaman Pangan. Webinar mengangkat topik “Potensi AEW Tanaman Pangan sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Wilayah”.

Dirjen Tanaman Pangan, Dr. Ir. Suwandi, M.Si., dalam sambutan pembukanya menyatakan bahwa wisata agro tidak hanya dari sektor perkebunan dan peternakan, tetapi juga sangat potensial dari tanaman pangan. “Wisata agro merupakan promosi yang efektif. Bisa kita manfaatkan momen ini sebagai cara promosi komoditas-komoditas kita”, tambahnya.

Suwandi menekankan agar petani maupun pelaku pertanian bisa menggali potensi wilayahnya dan komoditasnya, sehingga dapat dikembangkan menjadi agro wisata, sehingga bermanfaat dalam mendukung peningkatan ekonomi masyarakat di wilayah masing-masing.

Sambutan oleh Direktur Jenderal Tanaman Pangan (Dr. Ir. Suwandi, M.Si.)

Sambutan oleh Direktur Jenderal Tanaman Pangan (Dr. Ir. Suwandi, M.Si.)

Di akhir sambutannya, Suwandi mengajak peserta untuk menyiapkan dari sekarang obyek-obyek wisata agro yang bisa dipromosikan. “Kreatifitas kita menjadikan duit bagi petani”, pungkasnya.

Pemaparan materi oleh Dr. Runik Dyah Purwaningrahayu

Pemaparan materi oleh Dr. Runik Dyah Purwaningrahayu

Runik dalam pemaparannya menyampaikan AEW IP2TP Kendalpayak berlokasi di IP2TP Kendalpayak Balitkabi yang memiliki luas lahan 22 ha, dengan luasan lahan sawah 18 ha. Fasilitas yang ada, yakni lahan pertanaman aneka kacang dan umbi (akabi), SDG akabi, ternak sapi, kelinci, ikan, family farming, rumah agensi hayati, serta kursi dan saung tengah kebun.

Pengelolaan AEW Kendalpayak berbasis riset akabi, sehingga potensi lahan yang ada lebih menyesuaikan pada kegiatan penelitian dan diseminasi yang dijalankan. Diakhir pemaparannya, Runik menegaskan bahwa potensi yang ada di IP2TP Kendalpayak dapat mendukung peningkatan ekonomi wilayah.

EU