Berita » Peneliti Balitkabi menjadi Narasumber Webinar VUB Kedelai

Webinar VUB kedelai 26 Agustus 2021

Webinar VUB kedelai 26 Agustus 2021

Asosiasi Perbenihan Indonesia (Asbenindo) bersama Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, 26 Agustus 2021 menyelenggarakan Webinar dengan topik “Varietas Unggul Baru Kedelai Bergizi Tinggi dan Meningkatkan Imunitas di Masa Pandemi Covid-19”. Pembicara pada webinar tersebut adalah Direktur Aneka Kacang dan Umbi, Prof. Dr. Edi Santoso, S.P., MP. dari IPB dengan pemaparan tentang kedelai sumber pangan masa kini dan masa depan, Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, MS dari IPB dengan pemaparan tentang kedelai meningkatkan imunitas dan mengatasi stunting, M. Muchlish Adie dari Balitkabi yang memaparkan varietas unggul baru kedelai bernilai gizi tinggi dan ketersediaan benih sumbernya, dan Putut Agus Kardika, S.E. (penangkar benih kedelai Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur) yang menyampaikan tentang penangkaran benih kedelai varietas Devon 1 bernilai gizi tinggi.

Webinar diawali testimoni oleh Prof. Dr. Baihaki, tokoh pemuliaan kedelai di Indonesia, yang mengawali ceritanya bahwa tawanan Belanda oleh Jepang di Sukabumi, ternyata badannya sehat-sehat, karena mendapatkan asupan tempe dari kedelai. “Saya sangat bangga, Indonesia dijuluki bangsa tempe, karena disitu ada nilai-nilai kesehatan”, ujar Pak Baihaki. Harapannya, peneliti kedelai harus tetap melakukan penelitian dari berbagai aspek, jangan pernah berhenti meneliti. Selanjutnya, webinar dibuka oleh Dirjen Tanaman Pangan, Dr. Ir. Suwandi, M.Sc., yang menyampaikan tantangan mengubah mindset produk olahan kedelai agar dapat diterima pengguna, khususnya kaum milenial. “Mari buat kedelai menjadi makanan gaya hidup baru”, ajak Suwandi.

Muchlish Adie menyampaikan bahwa perakitan varietas kedelai di Balitbangtan telah ditujukan untuk keperluan peningkatan kandungan gizi dari kedelai. Sudah dihasilkan varietas kedelai yang berkandungan protein tinggi (Detam 1 dan Detam 2), juga kedelai kaya isoflavon (Devon 1 dan Devon 2). Selain itu, juga sedang disiapkan pelepasan calon VUB kedelai hitam dengan kotiledon hijau, serta kedelai kaya sistin dan metionin.

Yang menarik pada webinar tersebut adalah diundangnya penangkar kedelai dari Nganjuk, yakni Putut Agus Kardika, S.E., yang didampingi oleh tokoh petani kedelai, yakni Bapak Subono, yang memberikan testimoni tentang varietas kedelai. Putut menyampaikan pemerintah harus membantu pengenalan dan pengembangan dari varietas kedelai baru, sehingga yang ditanam tidak hanya varietas itu-itu saja, misalnya Anjasmoro. Dipertegas oleh Subono, varietas Devon 1 itu lebih baik dibandingkan Anjasmoro, tapi kesulitan mendapatkan benihnya.

webinar1 webinar2 webinar3
Dirjen Tanaman Pangan, Prof. Baihaki, dan salah satu pemaparan narasumber

MMA