Berita » Peneliti dan Analis Kimia Balitkabi Ikuti Workshop Uji Lemak

a.rahmi_0

Peneliti dan analis kimia pangan Balitkabi mengikuti workshop uji lemak di Surabaya, 22 April 2013.Workshop uji lemak dengan tema ”Fat determination with hydrolysis technology”, atas prakarsa PT Dharma Karya Makmur Sentosa, Surabaya bekerjasama dengan PT Abadi Nusa Usaha Semesta dan Gerhardt, Jerman dihadiri oleh peserta dari perguruan tinggi, perusahaan swasta, dan dari balai penelitian. Balitkabi mengirimkan peneliti dan analis kimia pangan, yaitu Rahmi Yulifianti STP; Suprapto, SP; Lina Kusumawati, SSi, dan Ismiyati SP.Keikutsertaan Balitkabi dalam workshop ini dianggap penting karena Lab Kimia Pangan Balitkabi telah terakreditasi dan pengujian kadar lemak merupakan salah satu ruang lingkup akreditasi tersebut. Selama ini pengujian kadar lemak hanya dilakukan dengan teknik ekstraksi sesuai dengan metode SNI 1992. Metode uji lemak dengan hidrolisis dipandang perlu untuk menambah wawasan peneliti dan analis kimia pangan sekaligus kemungkinan untuk perluasan ruang lingkup pengujian dan penambahan fasilitas peralatan pendukungnya.

Vice President Gerhardt, Germany, Mr. Markuz Kranz sedang menyampaikan paparannya dan memperagakan peralatan untuk hidrolisis lemak.

Foto bersama peserta workshop ”Fat determination with hydrolysis technology”

Sales Manager PT Abadi Nusa, Bapak Sapriyanto Ginting menyampaikan bahwa selaku agen perusahaan Gerhardt, Jerman dan PT Dharma Karya Makmur Sentosa selaku distributor, menyampaikan bahwa perusahaannya tidak hanya bermaksud promosi dan menjual peralatan analisis kimia, namun juga memberikan edukasi terhadap calon pengguna, agar menguasai mereka mengetahui spesifikasi dan memahamipemanfaatan alat tersebut. Vice President Gerhardt, Germany, Mr. Markus Kranz dalam presentasinya memperkenalkan perusahaan Gerhardt sebagai salah satu produsen alat-alat laboratorium. PakMarkus Kranzjuga menjelaskan prinsip teknik hidrolisis asam dalam penentuan kadar lemak pada sampel yang mengandung lemak dan minyak sebelum diekstraksi lemaknya.

Pemateri berikutnya, Dr. Teti Estiasih, STP, MP, dari FTP, Universitas Brawijaya, Malang menekankan pentingnya teknik hidrolisis dalam pengujian kadar lemak karena berkontribusi terhadap ketepatan nilai total lemak yang diperoleh. Teknik hidrolisis asam tepat digunakan untuk sampel-sampel yang lemaknya yang secara alami atau oleh proses pengolahan menjadi berikatan dengan senyawa lain, seperti protein (lipoprotein) dan karbohidrat sehingga perlu dipisahkan sebelum diekstraksi lemaknya. Contohnya: biji-bijian, buah, coklat, telur, ikan, mie, dan lain-lain. Sedangkan hidrolisis basa, perlu digunakan pada produk susu ataupun bahan yang mengandung susu. Informasi ini sangat bermanfaat karena pada metode acuan SNI 1992, teknik hidrolisis ini belum dicantumkan dalam pengujian kadar lemak dan menjadi keharusan pada uji profisiensi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) yang menggunakan sampel susu. Pada sesi terakhir dilakukan peragaan alat hidrolisis lemak dan ekstraktor untuk menentukan kandungan lemak bahan secara cepat oleh Mr. Markuz Kranz.

Rahmi/AW