Berita » Peneliti Yunior Balitkabi Ikuti Workshop Statistik SPSS 17

spss17

 

Hasil-hasil penelitian minim makna jika tidak bisa dipakai oleh pengguna. Untuk dapat dipublikasikan dan dimengerti data hasil pengamatan perlu dianalisis agar dapat ditarik kesimpulan. Dalam menganalisis data-data hasil penelitian diperlukan pemahaman dan penguasaan ilmu statistik (statistika). Merasa perlu memahami dan menguasai lebih mendalam statistika, lima staf peneliti yunior Balitkabi, yaitu Alfi Inayati, Kurnia Paramitasari, Febria Candra, Apri Sulistyo, dan Marida Santi Yudha Ika  Bayu secara mandiri mengikuti workshop statistika. Workshop diadakan oleh Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Brawijaya, tanggal 30 Oktober 2011. Pelatihan diikuti oleh 40 peserta yang berasal dari kalangan pekerja, peneliti, guru serta mahasiswa. Staf pengajar berasal dari Dosen Jurusan Matematika Fakultas MIPA. Dalam workshop diajarkan teori dan praktik langsung penggunaan SPSS 17. SPSS 17 merupakan satu dari software statistik yang untuk analisis statistik parametrik dan nonparametrik. Sampai saat ini software statistik sudah berkembang ratusan, dengan keunggulan masing-masing. Tugas peneliti adalah memahami lalu memilih software yang paling sesuai dengan metodologi penelitian yang dirancang dan data yang dihasilkan. Kesalahan dalam memilih berakibat penarikan kesimpulannya tidak tepat bahkan salah. Hingga saat ini, software statistika yang banyak dikuasi oleh staf peneliti Balitkabi terbatas, bahkan para peneliti cenderung menggunakan MSTAT. Oleh karena itu keikutsertaan secara mandiri empat staf peneliti yunior ini perlu dihargai. Antusiasme peserta sangat menonjol saat praktik langsung menganalisis data. Bagi empat peneliti yunior tersebut, SPSS 17 merupakan software baru, dan prospektif untuk menganalisis data hasil penelitian. “Kita akan mendalami SPSS 17 untuk analisis di Balitkabi” tutur bu Alfi salah satu peserta workshop ini. Mita / Win Praktik analisis dengan software SPSS 17 sangat menarik peserta
Febria Candra (menghadap lensa), Marida Santi Yudha Ika  Bayu, Alfi Inayati dan Kurnia Paramitasari (membelakangi lensa) mencermati penjelasan dari pengajar SPSS 17.