Berita » Penelitian dan Pengembangan Komoditi Kacang-kacangan di Queensland

rao

Dalam lawatan ilmiahnya ke BPTP NTB, Universitas Nusa Cendana di Kupang, dan Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) Malang, dari tanggal 26 Juni hingga 4 Juli 2015, pada tanggal 3 Juli 2015 Dr. Rao C.N. Rachaputi (Queensland Alliance for Agriculture and Food Innovation (QAAFI) The University of Queensland Australia) memberikan seminar di Balitkabi dengan topik “Penelitian dan Pengembangan Kacang-kacangan di Queensland”.


Dr. Rao mengemukakan bahwa kehadiran tanaman kacang-kacangan mempunyai peran yang sangat strategis di Australia, terutama dipandang dari segi kontinuitas/kesinambungan ketersediaan hara (N, P, K, dan S) dalam sistim pertanian yang berbasis sereal, meningkatkan kandungan protein tanaman sereal yang dirotasikan dengan tanaman kacang-kacangan, diversifikasi penggunaan herbisida, dan penghematan biaya produksi (mengurangi pembelian pupuk N), serta menurunkan insiden penyakit tular tanah yang menyerang tanaman sereal. Selama ini, program penelitian (terutama bidang pemuliaan tanaman) hanya fokus pada tanaman sereal (terutama gandum), sedangkan tanaman kacang-kacangan yang dibudidayakan adalah kacang tanah, chickpea, dan lupin. Adopsi komoditi kacang-kacangan oleh petani di Australia sangat rendah karena varietas yang ada sangat spesifik lokasi (tidak beradaptasi luas), hasil sangat berfluktuasi (karena tidak ada varietas baru dengan produktivitas tinggi, tidak ada teknologi budidaya, alat mesin pertanian khusus untuk kacang-kacangan tidak tersedia), pendapatan dari usahatani tidak menentu, terbatasnya informasi akan peran penting kacang-kacangan sebagai sumber hara nitrogen. Oleh karena itu, penelitian tentang kacang-kacangan digiatkan dengan tujuan untuk mengembangkan varietas yang beradaptasi luas dan produktivitas tinggi disertai teknologi budidayanya sehingga diperoleh hasil tinggi, sumbangan nitrogen di dalam tanah yang tinggi sehingga petani dapat mengalihkan infestasi dari pupuk nitrogen ke pupuk P, K atau S. Alasan lain yang mendukung digiatkannya penelitian kacang-kacangan adalah pasar global yang bagus untuk komoditi kedelai dan kacang hijau serta faba bean. Melihat peluang bisnis global yang bagus untuk komoditas kedelai, kacang tanah, dan kacang hijau, maka kegiatan penelitian kedua komoditas sangat digalakkan 2−3 tahun terakhir ini.

AAR