Berita » Pengelola Kantin SD SeJatim Berlatih Olahan Pangan Lokal di Balitkabi

30-bkp-1

Jajanan anak-anak sekolah saat ini menghawatirkan. Bermacam-macam jajanan yang beredar bebas di sekolah umumnya meragukan tingkat kesehatannya. Betapak tidak, jajanan ini disinyalir mengandung pengawet pewarna tekstil, boraks, dan zat-zat kimia berbahaya lainnya. Menyikapi hal tersebut maka Badan Ketahanan Pangan (BKP) Provinsi Jawa Timur melaksanakan Pelatihan Pengelola Kantin Sekolah Sehat  Berbasis Pangan Lokal Tahun 2012. Kenapa pengelola kantin sekolah? “Ketahanan pangan juga bertujuan menyediakan pangan yang dikonsumsi itu sehat. Jadi pengelola kantin SD/MI perlu kita latih agar kantinnya bisa berperan dalam menyukseskan diversifikasi pangan”, demikian sambutan Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Ir. Apriyanto, MM dalam mengawal kunjungan peserta Pelatihan ini di Aula Utama Balitkabi, Rabu (25/4/2012).

Lebih lanjut Pak Apri menambahkan, pengelola kantin mampu mengolah bahan makanan lokal yang tersedia melimpah di daerah masing-masing lalu dijual di kantin sekolah sehingga kantin sekolah bisa menghasilkan pangan lokal yang menyehatkan. Selain bebas bahan kimia berbahaya, pangan lokal ini lebih kaya gizi sehingga memberikan asupan sehat untuk siswa sekolahnya. “Ini merupakan salah satu sarana memasyarakatkan pangan fungsional pada anak-anak sekolah”, pungkas Pak Apri.

Semetara itu, Plh Kepala Balitkabi, Dr. A. A. Rahmianna, mengatakan sangat mendukung pelatihan tersebut dan siap memfasilitasi demi suksesnya program tersebut.

Ir. Erliana Ginting, M.Sc memperkenalkan aneka  pangan olahan berbahan baku umbi-umbian

Dalam pelatihan ini peserta yang terdiri dari 10 petugas pendamping ketahanan pangan kabupaten dan 50 pengelola kantin SD/MI di 10 kab se-Jawa Timur diperkenalkan dengan aneka olahan pangan dari umbi-umbian. Display yang ditampilkan beragam: stick mocaf, kripik tepung ubi kayu, singkong keju tiwul, cassava blanca, serta bola-bola cassava, kesemuanya ini berasal dari ubi kayu. Tidak hanya itu, ubi jalar dapat dikreasikan menjadi es krim, onde-onde, puding, sweat potato stick, cake zebra, selai, sweat potato chocochips, dan lidah kucing. Display pangan lokal dari kacang tanah juga disajikan, seperti kacang tanah lemak rendah, bitterbalen, dan peanut cookies. Semuanya ini merupakan inovasi dari peneliti pascapanen Balitkabi.

Tak hanya melihat, para ibu-ibu mempraktekkan berbagai macam pangan olahan berbahan baku umbi-umbian

Tidak hanya melihat, peserta juga dilatih praktik langsung untuk membuat produk olahan seperti es krim ubi jalar ungu, onde-onde ubi jalar ungu, dan brownies ubi jalar, buffel, martabak manis, mie mbote, serta susu kedelai.

Sehari sebelumnya, Selasa (24/4), dua peneliti pascapanen Balitkabi,  Ir. Erliana Ginting, M.Sc., Rahmi Yulifianti, STP, dan  seorang peneliti ekofisiologi, Ir. Budhi S. Radjit, MS menyampaikan materi pada acara tersebut.