Berita » Pengembangan Kedelai di Sumbar

Provinsi Sumatera Barat memang bukan merupakan sentra produksi kedelai, namun pada tahun 2014, ditargetkan luas areal kedelai di Provinsi Sumbar akan mencapai 1500 ha, oleh karenanya pada tahun 2014 Provinsi Sumbar menjadi salah satu provinsi yang harus mendapatkan pendampingan untuk pelaksanaan SLPTT kedelai. Kegiatan pendampingan SLPTT kedelai kepada peneliti pendamping SLPTT dari BPTP Sumbar dilakukan 16–18 Juni 2014 oleh pendamping SLPTT Kedelai untuk BPTP Sumbar yakni peneliti dari Balitkabi Muchlish Adie. Untuk itu dilakukan diskusi pendampingan di BPTP Sumbar. Diskusi dipimpin oleh Dr.Ir. Zul Irfan MS diikuti oleh 5 dari 6 pendamping SLPTT kedelai di BPTP Sumbar. Menurut Dr. Zul Irfan, sentra kedelai di Sumbar hanya ada di Kabupaten Pasaman Barat, dan target luas areal SLPTT dari Provinsi Sumbar yang semula 1500 ha akan dikurangi menjadi 500 ha. Mengawali persentasinya, Muchlish Adie menyampaikan bahwa tugas utama pendamping dari Balitkabi adalah mendampingi pendamping SLPTT kedelai yang ada di BPTP Sumbar. Pada kesempatan tersebut juga diserahkan sebanyak 7 buku dan leaflet yang seluruhnya berjumlah 130 eksemplar. Publikasi tersebut diharapkan menjadi bahan pemahaman pendamping SLPTT kedelai yang ada di BPTP Sumbar. Diskusi tentang kedelai dari berbagai aspek dilakukan, karena memang pada umumnya baru kali ini BPTP Sumbar menangani pengembangan kedelai. Pelaksanaan SLPTT kedelai di Pasaman Barat akan dimulai dengan penanaman kedelai pada minggu ketiga Juni 2014.

Pendampingan SLPTT kedelai di BPTP Sumbar dan produksi benih FS Anjasmoro

Produksi benih kedelai FS di KP Sukarami dan KP Rambatan Saat ini, di samping kegiatan demfarm varietas kedelai, BPTP Sumbar sedang melakukan produksi benih dasar (FS) terdiri dari varietas Anjasmoro, Burangrang, Panderman, dan Gepak Kuning dengan luasan hampir 3,7 ha. Observasi di KP Sukarami menunjukkan bahwa keragaan varietas Anjasmoro cukup bagus yang berada pada fase pengisian biji. Di KP Rambatan dilakukan prosuksi benih FS varietas Gepak Kuning yang saat ini berada pada fase siap dipanen. Drs. Nusyirwan M.Si., penanggung jawab SLPTT Kedelai Pasaman Barat, menyatakan bahwa pertumbuhan varietas Panderman sangat bagus dan berpolong cukup lebat.

Kegiatan pendampingan oleh Balitkabi kepada pendamping SLPTT kedelai yang ada di BPTP Sumbar, sangat diharapkan dan tetap dilakukan.

MMA/AW