Berita » Pengembangan Model Mandiri Benih Kedelai

Model Desa Berdaulat Benih perlu dibangun berdasarkan “Model Sistem Perbenihan Berbasis Masyarakat”. Alur produksi dan distribusi benihnya disesuaikan dengan Sistem Perbenihan Nasional sebagai upaya pembinaan penangkar lokal, untuk meningkatkan mutu dan ketersediaan benih untuk satu kawasan pengembangan pertanian.

Berdaulat benih dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan benih di kawasan pengembangan secara mandiri. Pendampingan dan bimbingan teknis Model Mandiri Benih Kedelai dilakukan di Desa Maria Padang, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Serdang Bedagi pada tanggal 29 September 2015.

Bimbingan teknis mengenai produksi benih kedelai diikuti oleh sekitar 75 orang yang terdiri dari petani, penyuluh, POPT, Kepala BPP, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Tebing Tinggi. Kegiatan tersebut dilakukan melalui temu lapang dan sosialisasi.

Sebagai nara sumber dalam pertemuan Bimtek produksi benih dari BPTP Sumatera Utara Ir. Akmal, M.S. mewakili Kepala BPTP, Dr. Ir. Ijah peneliti, serta dari Balitkabi Prof. Dr. Marwoto, Dr. A. A. Rachmianna dan Dr. Titik Sundari. Ir. Akmal, M.S. dalam kata sambutannya mengatakan bahwa daerah Tebing Tinggi ini merupakan daerah pengembangan baru tanaman kedelai di Sumatera Utara dan oleh karena itu rekayasa untuk produksi benih dalam program Model Mandiri Benih Kedelai sangat diperlukan.

Kepala Desa Maria Padang Leonard Lumben Raja mengharapkan bimbingan teknis dan pendampingan produksi benih kedelai dari petugas pertanian penyuluh, POPT, BPTP, dapat meningkatkan pengetahuan, mengingat bagi petani di desa ini merupakan pengalaman baru dalam memproduksi benih kedelai.

Bimbingan teknis, penyerahan publikasi kedelai kepada Kepala Desa, Kepala BPP, KCD, Ketua Kelompok Tani, dan tanam perdana produksi benih kedelai.

Bimbingan teknis, penyerahan publikasi kedelai kepada Kepala Desa, Kepala BPP, KCD, Ketua Kelompok Tani, dan tanam perdana produksi benih kedelai.

Team Bimtek Balitkabi menyampaikan teknik produksi benih kedelai meliputi: teknik produksi kedelai, pemurnian genetik, pengendalian hama penyakit, panen dan prosesing benih kedelai. Pada saat bersamaan, setelah pertemuan ditunjuk 6 orang petani sebagi pioner calon penangkar benih dan setelah itu di lakukan tanam perdana kedelai.

MWT/TS/AAR