Berita ยป Balitbangtan Bantu Pengembangan Produksi Kedelai di Madagaskar

madagaskar2_suharsono_yudi-w

Indonesia merupakan salah satu negara ASEAN yang menjadi acuan dalam program pembangunan pertanian Madagaskar. Negara Madagaskar yang saat ini memiliki pertumbuhan ekonomi lebih rendah meminta kepada negara Indonesia untuk membantu meningkatkan pembangunan pertanian di negara tersebut. Salah satu upaya bantuan yang diberikan adalah melakukan evaluasi kelayakan pengembangan komoditas kedelai. Dengan adanya kegiatan ini, komoditas kedelai diharapkan dapat dikembangkan secara luas dan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Untuk melaksanakan tugas tersebut, Badan Litbang Pertanian menunjuk lima staf ahli Balitkabi yaitu Prof Sudaryono, Ir. Yudi Widodo, MS. Dr. Suharsono, Dr. Heru Kuswantoro, dan Suprapto SP. untuk melakukan pengembangan kedelai dengan beberapa teknologi budidaya kedelai serta teknologi pengolahannya. Kegiatan evaluasi dilaksanakan sejak Mei hingga Desember 2014. Hasil evaluasi sementara yang dilaporkan oleh Dr. Suharsono yang disampaikan pada Seminar Bulanan, Senin (11/8), menunjukkan bahwa negara Madagaskar memiliki potensi besar untuk mengembangkan kedelai. Hal ini didasarkan pada fakta bahwa lahan pertanian tersedia sangat luas dan belum dimanfaatkan secara maksimal. Petani hanya menanam tanaman padi satu kali dalam setahun. Setelah itu lahan dibiarkan tanpa ditanami. Padahal menurut Dr. Suharsono, kelembaban tanah masih tinggi dan cukup untuk memenuhi kebutuhan air tanaman kedelai. Selain itu, keragaan varietas kedelai nasional yang telah berumur satu bulan juga tampak baik dan subur. Pada sesi lainnya, Ir. Yudi Widodo, MS. menyampaikan makalah bahwa perkembangan ubikayu beberapa tahun terakhir menunjukkan lonjakan yang tinggi akan tetapi impor tapioka masih cukup besar. Untuk menutupi kekurangan tersebut, perlu adanya upaya jaminan perluasan areal tanam dan teknologi budidaya yang mampu memperoleh produksi maksimal. Pengembangan teknologi pengolahan juga perlu ditingkatkan agar nilai tambah produk ubikayu meningkat. Selain itu, perbaikan sarana dan prasarana serta sistem regulasi dari pemerintah juga perlu ditingkatkan agar petani yang sudah membudidayakan ubikayu tidak dirugikan. Demikian disampaikan oleh Ir. Yudi Widodo MP. dengan makalah berjudul “Telaah Kritis Pengembangan Ubikayu Mengantisipasi Keperluan Pangan dan Energi Terbarukan di Indonesia”.
Sutrisno/AW