Berita » Pengembangan Ubikayu di Lahan Tegakan Hutan Jati

1-jati-2

Sebagai tindak lanjut dari kunjungan Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kab Blora, para Administratur/KKPH Blora, Cepu, Randublatung, Mantingan Kebonharjo dan Ngawi, Kabid PPUK Dishut Blora, KSS PHBM KPH Blora, KSS KPH Randublatung dan Ketua Paguyuban LMDH KPH Blora  di bawah pimpinan Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kab Blora ke Balitkabi, 18 Juli 2012, maka pada tanggal 2-3 Agustus 2012 Dr. Nasir Saleh dan Ir. Budhi Santoso Rajid MS berkunjung ke Dinas Kehutanan dan Perhutani Kab Blora. Pak Budi dkk diterima oleh Sarmidi, MM Kabid PPUK Dishut Kab Blora dan Maryanto KSS PHBM KPH Blora. Disampaikan bahwa Balitkabi menerima baik tawaran Dishut dan Perhutani Kab Blora untuk kerjasama penelitian dalam memanfaatkan lahan di bawah tegakan untuk tujuan meningkatkan perekonomian Masyarakat Desa Hutan dan telah memasukkannya dalam Program Penelitian Tahun 2013. Diinformasikan bahwa potensi lahan hutan untuk tumpangsarin dengan ubikayu di kawasan hutan di Perhutani  Blora mencapai lebih kurang 6000 ha, tersebar di KPH Blora, Cepu, Randublatung, Mantingan, Kebonharjo dan Ngawi.

Untuk mempercepat pelaksanaan kegiatan penelitian tahun 2013, dilakukan kunjungan di tiga lokasi calon tempat penelitian. Berdasarkan pertimbangan umur tegakan pohon jati, kemudahan transportasi, keberadaan masyarakat di sekitar lokasi serta preferensi dan kemudahan pemasaran hasil ubikayu dipilih lokasi di Desa Bogem, Kecamatan Japah di PKPH Ngapus. di PKPH Ngapus, umur pohon jatinya sudah lima tahun, ditanam dengan jarak tanam 3 x 3 m, dan di antara tegakan pohon jati sebagian telah ditanami ubikayu. Varietas yang ditanam umumnya lokal atau Daplang (UJ-5) dengan jarak tanam 1 x 1 m, dengan pupuk sekedarnya. Balitkabi menawarkan perbaikan teknologi berupa varietas unggul lain (sebagai alternatif) dan teknologi budidaya dengan input sedang dan tinggi. Diharapkan pada akhir kegiatan penelitian akan dilakukan temu lapang dan evaluasi bersama masyarakat.

Di antara tegakan pohon jati yang berimur lima tahun sebagian telah ditanami ubikayu.