Berita » Penghargaan Inovasi Pangan dan Pertanian

Kalau manusia kekurangan baju, sepatu dan sebagainya, akan dianggap masalah biasa. Tidak halnya, jika manusia kekurangan pangan, akan berdampak sosial dan politik, dimanapun di dunia ini. Karenanya jangan main-main dengan pangan, demikian arahan pembuka Wakil Presiden RI Bapak Jusuf Kalla, pada saat pemberian penghargaan nasional dalam bidang Inovasi Pangan dan Pertanian, 17 Oktober 2015, di Desa Palu, Pemulutan, Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Penghargaan kepada 48 peneliti/ perekayasa berprestasi dalam rangka peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) XXXV yang dipusatkan di Jakabaring Sport City Palembang, 17–20 Oktober 2015. Tema dunia HPS adalah Social Protection and Agriculture, dan tema nasionalnya adalah Pemberdayaan Petani sebagai Penggerak Ekonomi menuju Kedaulatan Pangan.

Lokasi tanam perdana padi. Dua peneliti dari Puslitbang Tanaman Pangan yaitu Dr. Muhammad Azrai (Balitsereal) dan Dr. Muchlish Adie (Balitkabi) mendapatkan penghargaan Inovasi Pangan dan Pertanian, sedangkan dari BB Padi yang mendapatkan penghargaan adalah Dr. Buang Abdullah dan Dr. Aris Hairmansis.

Lokasi penghargaan dan arahan Wapres RI seusai pemberian penghargaan.

Lokasi penghargaan dan arahan Wapres RI seusai pemberian penghargaan.

Lokasi tanam perdana padi.

Lokasi tanam perdana padi.

Wapres RI menyampaikan bahwa tantangan pangan cukup beragam, alih fungsi lahan, perubahan iklim dan sebagainya. Solusinya adalah peningkatan produktivitas. Upaya peningkatan produktivitas memerlukan teknologi dan teknologi sendiri memerlukan penguatan pendidikan. Disinilah pentingnya karya dari seorang peneliti, bahwa inovasi memang diperlukan.

MMA