Berita » Pengolahan Aneka Umbi Perkuat Pemanfaatan Pangan Lokal di Kab. Bantaeng

Dengan luas wilayah sekitar 395,8 km2 atau 0,63% dari luas Sulawesi Selatan, Kabupaten Bantaeng merupakan kabupaten tersempit di Provinsi Sulawesi Selatan. Namun demikian, gaung dan kiprah Bupati Bantaeng, Prof. Dr. Nurdin Abdullah dalam memajukan wilayahnya telah bergema sampai keseluruh Nusantara.

Dengan tri program utamanya, yaitu industri, agrowisata, dan kabupaten benih berbasis teknologi, Kabupaten Bantaeng tampaknya sangat siap bersaing dengan kabupaten-kabupaten lain di Sulawesi Selatan. Kegiatan agrowisata diantaranya adalah memberdayakan dan mempromosikan potensi pangan lokal.

Salah satunya adalah komoditi talas yang telah diekspor sampai ke Jepang dan dikenal dengan nama ‘Satoimo Bantaeng’ yang kaya akan kolagen. Disamping Satoimo, Bantaeng juga kaya akan umbi-umbian lain, namun belum sepopuler Satoimo.

Dalam rangka memberdayakan dan mempromosikan potensi pangan lokal, Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3) Kabupaten Bantaeng mengadakan kegiatan pelatihan pengolahan aneka umbi bagi sekitar 25 orang wanita penggerak PKK dengan mengundang Balitkabi sebagai narasumber.

Pelatihan yang berlangsung pada 11 Oktober 2016 lalu mengambil tema “Pelatihan Pengolahan Hasil Pertanian Berbasis Potensi Lokal pada Kegiatan Pengembangan Desa Mandiri Tahun 2016”. Pada saat bersamaan, sekitar 6 orang penyuluh dari Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Timur, NTT yang sedang melakukan studi banding di BKP3 Kabupaten Bantaeng juga hadir dan mengikuti pelatihan.

Pelatihan pengolahan aneka umbi ini dibuka oleh Ibu Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten sekaligus Ketua Gabungan Organisasi Wanita, Hj. Aisyah Yasin dan Kepala BKP3, Rita S. Pasha. Menurut Kepala BKP3, beliau telah merencanakan kegiatan pelatihan pengolahan aneka umbi dengan mengundang Balitkabi sejak dua tahun yang lalu pada saat beliau hadir pada Penas 2014 di Malang, dan baru dapat terealisasi pada bulan Oktober 2016.

Ibu Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten sangat mengapresiasi upaya Kepala BKP3 dalam rangka memberdayakan ibu-ibu rumah tangga/PKK di Kabupaten Bantaeng menuju penguatan ekonomi keluarga melalui pemanfaatan potensi pangan lokal.

Beliau berharap, output pelatihan ini dapat menciptakan tenaga terampil di bidang pengolahan aneka umbi. Dalam pelatihan tersebut, selain peserta diajak melakukan praktik bersama pengolahan pangan dari aneka umbi, sebelumnya disampaikan juga teori mengenai aneka umbi serta display aneka olahan umbi, antara lain brownies, onde-onde, kue mangkok, mi, dan stik (bahan baku ubijalar ungu), bitterbalen, nugget, cake green tea, keripik balado, dan keripik pangsit (bahan baku talas), dawet ganyong, tiwul instan, cake tape dari tepung ubikayu serta aneka kue kering berbahan baku tepung aneka umbi yang dapat dicicipi bersama oleh peserta.

Dengan pelatihan ini, diharapkan peserta pelatihan dapat menghasilkan produk makanan berbahan baku umbi-umbian lokal yang dapat dijadikan ikon atau oleh-oleh khas Bantaeng setelah berkunjung dan menikmati keindahan tempat-tempat wisata di Bantaeng, diantaranya Pantai Seruni, Pantai Marina, dan Mini Showfarm.

Diharapkan juga bahwa Satoimodan umbi-umbian potensial lain di Bantaeng tidak hanya menjadi komoditas ekspor yang hanya dikenal di negeri orang, tetapi juga dapat dikenal dan memiliki pasar di negeri sendiri sehingga dapat mendukung terwujudnya kemandirian dan ketahanan pangan nasional.

Ir. Erliana Ginting, M.Sc. sedang menjelaskan display olahan pangan dari aneka umbi kepada Ibu Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Bantaeng dan Kepala BKP3 (kiri), Penyampaian materi tentang umbi-umbian potensial oleh Dian A. A. Elisabeth, S.TP (kanan).

Ir. Erliana Ginting, M.Sc. sedang menjelaskan display olahan pangan dari aneka umbi kepada Ibu Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Bantaeng dan Kepala BKP3 (kiri), Penyampaian materi tentang umbi-umbian potensial oleh Dian A. A. Elisabeth, S.TP (kanan).

Praktik pengolahan aneka umbi dipandu oleh Rahmi Yulifianti, S.TP, dan kawan-kawan.

Praktik pengolahan aneka umbi dipandu oleh Rahmi Yulifianti, S.TP, dan kawan-kawan.

DAAE