Berita ยป Pengolahan Umbi-Umbian Dukung Program Berlian Pkk Kabupaten Cilacap

1-afa344

Balitkabi mendukung program Berlian PKK Kabupaten Cilacap melalui sosialisasi pengolahan beragam produk pangan berbahan baku umbi-umbian. Kegiatan ini diprakarsai oleh Pokja III PKK Kabupaten Cilacap dengan dukungan dana dari PDAM Cilacap. Sebanyak 48 orang pengurus/anggota PKK dan pengrajin makanan hadir mewakili 24 kecamatan sekabupaten Cilacap, juga wakil dari Dinas Pertanian dan Badan Penyuluh Pertanian dan Ketahanan Pangan. Acara ini dibuka secara resmi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Cilacap, Ibu Hj. Teti Pamuji di Pendopo Kabupaten. Menurut beliau, program Berlian PKK bertujuan untuk memanfaatkan pekarangan dengan penanaman beragam tanaman yang dapat memenuhi kebutuhan hidup keluarga sehari-hari dan selebihnya dapat dijual untuk menambah pendapatan keluarga. Hal ini sejalan dengan kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang digalakkan oleh Badan Litbang Pertanian dan Badan Ketahanan Pangan. Umbi-umbian merupakan komoditas yang juga ingin dikembangkan dalam program tersebut karena pemanfaatannya masih terbatas. Ubikayu atau yang dikenal dengan budin di Cilacap, ubijalar atau muntul, kimpul atau bisono, garut dan ganyong merupakan jenis umbi-umbian yang banyak tersedia di daerah tersebut.

Istri Bupati Cilacap dan pengurus PKK Pokja III Kab. Cilacap saat mendengarkan penjelasan Ir. Erliana Ginting, M.Sc., dan mencicipi display produk olahan umbi-umbian. Semua jenis umbi-umbian tersebut, mulai dari nilai gizi dan manfaatnya bagi kesehatan, jenis dan varietas unggul yang telah dilepas serta pemanfaatannya menjadi beragam produk pangan dengan cara dan peralatan sederhana disampaikan oleh Ir. Erliana Ginting MSc dari Balitkabi. Display dari beberapa produk tersebut, di antaranya kue kering dari tepung ubijalar dan pati garut, stik mocaf, sweetpotato stick, selai ubijalar rasa anggur, nanas dan buah naga, onde-onde dan mie dari ubijalar ungu, tiwul instan, pohung keju, dan bitterbalen dari mbote/kimpul mendapat apresiasi dari Ibu Teti karena citarasa dan penampilannya yang menarik. Beliau mengharapkan ibu-ibu yang telah dilatih nantinya dapat menampilkan produknya secara bergilir pada kegiatan-kegiatan PKK di Kabupaten. Suasana seru tampak pada saat latihan praktek pengolahan kue mangkok, onde-onde, brownis, martabak manis, dan es krim dari ubijalar, cassava blanca dari ubikayu, mie dari kimpul dan dawet dari pati ganyong yang dengan antusias diikuti oleh seluruh peserta sampai pukul 14.00 WIB. Pemandu praktek, Rahmi Yulifianti, STP, Lina Kusumawati, SSi dan Yuanita Purwanindiah tampak semangat memberikan materi pelatihan dan melayani ibu-ibu yang aktif bertanya. Di akhir acara, peserta menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mereka dan ingin segera praktek di rumah, baik untuk dikonsumsi sendiri maupun untuk dijual (khususnya bagi pengrajin makanan) karena relatif mudah untuk diterapkan. Semoga umbi-umbian sebagai pangan lokal dapat berkembang produksi dan pemanfaatannya di kabupaten Cilacap dan terima kasih kepada Ibu Dra Suryantini, peneliti Balitkabi asal Cilacap yang menjadi mediator kegiatan ini.

Peserta sangat antusias saat praktek produk olahan umbi-umbian.

Erly