Berita » Pengrajin Dan UMKM Sragen Menimba Inovasi Pangan Olahan

Kabupaten Sragen memiliki terobosan berupa inovasi sentra penghasil padi organik, bahkan sudah siap ekspor alias go international. Kuota ekspor mencapai 1.000 ton beras organik dan 10.000 ton beras super (Mentik Wangi dan IR). Dari sentra produksi organik yang ada, Desa Sukorejo Kec. Sambirejo paling memenuhi standar, karena sumber irigasinya langsung dari sumber. Padi organik saja tidak cukup untuk masyarakat Sragen. Untuk itu Dinas Perdagangan, Industri, dan Koperasi, (Perinkop) Sragen mencari terobosan baru dengan membawa Usaha Menengah, Usaha Kecil, dan Mikro (UMKM) menimba inovasi pangan olahan ke Balitkabi (10-11 Oktober 2012). “Selain menjadi sentra penghasil beras organik, Kab. Sragen diharapkan juga bisa menjadi sentra makanan olahan organik dari pangan lokal. Dengan berlatih di Balitkabi, diharapkan ada peningkatan ilmu mengolah suatu produk menjadi olahan pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman, selain juga bisa memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat” tutur Pak Prihadi, Kabid Industri Disperinkop & UMKM Sragen. Rombongan yang terdiri dari 37 orang, didominasi oleh para ibu pengrajin makanan olahan Kecamatan Sambirejo. Para UMKM tak hanya minta teori, namun juga pelatihan langsung pembuatan produk olahan pangan dari kacang-kacangan dan umbi-umbian ke Balitkabi. Pada saat penerimaan Dr. Yusmani Prayogo yang mewakili Kepala Balitkabi menyampaikan terima kasih atas kepercayaan ini. Mudah-mudahan sepulang dari Balitkabi para ibu pengrajin bertambah keterampilannya dan mendapatkan keuntungan dari usahanya. Selanjutnya para tamu UMKM disuguhi tak hanya uraian, namun juga praktik langsung produk-produk olahan di Lab Pangan. Mereka dibimbing langsung oleh Ir. Erliana Ginting, MSc, dengan materi pengolahan Ubikayu, ubijalar dan umbi potensial untuk pengembangan agroindustri. Aneka produk pangan disuguhkan dan dijelaskan proses membuatnya. Bu Erli juga mengajarkan cara pembuatan tepung mocaf (modified cassava flour), tepung ubikayu, tepung ubijalar dan pasta/gethuk, termasuk trik-trik untuk menghilangkan rasa gatal pada beberapa umbi-umbian (talas, mbote, suweg) yaitu rendam umbi ke dalam air cuka lalu dibilas. Jika masih terasa gatal maka perendaman dalam air cuka perlu diulang beberapa kali lalu dibilas.

Pemaparan materi di Aula oleh Ir Erliana Ginting, M.Sc.

Para ibu-ibu didampingi pak Prihadi (berkacamata) mencermati lalu praktik langsung proses pembuatan aneka pangan dari umbi dibawah bimbingan Rahmi Yulifianti, STP., dan staf Lab Pangan Balitkabi.