Berita » Peningkatan Kinerja di Kebun Percobaan

1-aamm_adie

Kebun Percobaan (KP) sebagai penopang utama pelaksanaan penelitian perlu secara terus-menerus meningkatkan kinerja di segala bidang. Untuk itu pembinaan dan komunikasi terhadap seluruh personal di KP menjadi keharusan.Pembinaan tanggal 7–8 Februari 2013 dilakukan di KP Muneng dan KP Genteng, oleh Kepala Balitkabi (Dr. Muchlish Adie), Plh KTU (Ir. Arif Musaddad) dan Koordinator Kepegawaian (Drs. Subarkah).

Pembinaan pada masing-masing KP diikuti oleh seluruh pegawai negeri sipil (PNS). Arahan Kepala Balitkabi selalu menekankan pentingnya penegakan dan operasionalisasi Reformasi Birokrasi dalam kehidupan berkarya sebagai PNS. Ukuran terpenting adalah kedisiplinan jam kerja dan penyelesaian output kinerja yang telah ditetapkan kepada masing-masing PNS pada setiap hari kerja. Manfaatkan dan optimalkan target bekerja optimal 37,5 jam per minggu. Operasionalisasi target jam kerja dan target penyelesaian tugas menuntut jajaran PNS bisa bekerja lebih dai 37,5 jam/minggu. Green Office yang telah dicanangkan di Badan Litbang Pertanian 18 Januari 2013, harus menjadi gerakan di setiap KP. Oleh karenanya penataan lingkungan KP agar lebih asri, termasuk lingkungan kerja masing-masing PNS meski diperhatikan setiap saat.


Plh KTU lebih menekankan kepada konsekuensi yang harus dilakukan dengan terbitnya Tunjangan Kinerja sejak Januari 2012, yang harus juga diikuti oleh keharusan penegakan Reformasi Birokrasi. Rambu-rambu konsekuensi diterimanya Tunjangan Kinerja harus dipahami, sehingga PNS tidak dirugikan karena ketidakpahaman akan aturan-aturan yang telah ditetapkan. Demikian juga Drs Subarkah, mempertegas kembali aturan-aturan kedisiplinan jam kerja PNS. Kelalaian terhadap jam kerja saat ini, berkonsekuensi terhadap Tunjangan Kinerja dan PP No 55. Juga disampaikan secara gamblang dengan contoh-contoh, jika PNS terlambat sekian menit dan pulang lebih cepat maka berapa konsekuensi terhadap penurunan Tunjangan Kinerja dan terhadap PP No. 55.

Balitkabi sejak 2 Januari 2013 mengaktifkan kembali pengisian catatan kinerja harian berupa Log Book, yang diwajibkan kepada seluruh staf Balitkabi. Banyak yang menanyakan bagaimana tatacara mengisi LogBook, apakah hanya kegiatan utama, bagaimana jika mengerjakan tugas tambahan, termasuk pertanyaan jika bekerja melewati jam kerja dan hari libur. Juga ditanyakan apakah kekurangan jam kerja bisa dikompensasi dengan bekerja pada hari libur. Di samping juga ditanyakan beberapa hal yang terkait dengan kepegawaian. Plh KTU dan Koordinator Kepegawaian menjelaskan bahwa target bekerja selama 37,5 jam/minggu harus dipenuhi. Harus jelas dan tercatat apa yang dilakukan pada jam kerja, jangan sampai PNS aktivitasnya kurang dari 37,5 jam/minggu, tetapi jangan berbohong dan mengada-ada mengisi LogBook, misalnya membuat surat hingga 5 jam, adalah tidak mungkin. Target 37,5 jam harus dipenuhi dan dikombinasikan dengan target penyelesaian output, karenanya PNS diwajibkan juga bekerja tambahan, karena harus menyelesaikan tugas. Gunakan Surat Perintah Tugas jika akan melakukan kegiatan kedinasan di luar kantor.

Pembinaan dan komunikasi dengan staf nampaknya memang harus dilakukan lebih intensif. Kenyataannya, banyak hal dan banyak masalah yang belum dipahami oleh teman-teman di KP.

MMA/AW