Berita » Penjemuran Kedelai Sistem Jantur

Blitar menjadi salah satu sentra kedelai di Jawa Timur, dan terpusat di tiga kecamatan, yakni Binangun, Wates, dan Panggungrejo. Di tiga lokasi tersebut, kedelai ditanam di lahan kering pada awal musim penghujan. Posisi kedelai ini menjadi penting sebagai sumber benih untuk musim tanam kedelai berikutnya.

Pada pertengahan Mei 2022 adalah musim panen kedelai di wilayah tersebut, karena awal tanam yang biasanya dilakukan awal Januari, mundur, menjadi pertengahan Januari hingga awal Februari. Pada saat seperti ini, hampir setiap rumah terdapat kedelai yang sedang dijemur atau dikeringkan. Bagaimana cara menjemurnya? Penuturan Suyadi, di Desa Ringinrejo Kecamatan Wates, kedelai dijemur dengan cara di jantur, yaitu beberapa batang kedelai dijemur dengan cara diberdirikan, sehingga akar tanaman berada di bagian atas. Cara ini telah dilakukan secara turun-temurun. Di sentra kedelai lainnya, biasanya kedelai dijemur dengan cara di ler (dihamparkan), yakni batang kedelai dihamparkan di halaman rumah masing-masing.

Penjemuran kedelai cara di jantur (kanan) dan di ler (kiri)

Penjemuran kedelai cara di jantur (kanan) dan di ler (kiri)

Cara menjemur kedelai seperti yang dilakukan di Wates, mirip dengan kebiasaan petani di Nusa Tenggara Barat (NTB). Bedanya, di NTB, kedelai dijemur di lahan, sedangkan di Wates dilakukan penjemuran di halaman rumah. Menurut Sugeng, dengan cara di jantur, lebih hemat tempat, cepat kering, juga hemat tenaga, karena batang kedelai tidak perlu dibolak-balik. “Juga yang lebih penting, kualitas biji kedelai yang dihasilkan adalah bagus, apalagi untuk keperluan benih”, urainya lebih lanjut. Benih kedelai diperoleh dari pasar, sehingga kedelai yang ditanam berpeluang terdiri dari beberapa varietas kedelai.

Ragam kedelai di Wates, Blitar

Ragam kedelai di Wates, Blitar

Saat ini, harga kedelai cukup mahal, semoga petani kedelai menjadi lebih semangat menanamnya.

MMA