Berita ยป Penyusunan dan Launching KATAM MT 2

1-aaharsono-19

Untuk mendukung tercapainya swasembada padi, jagung, dan kedelai, Badan Litbang Pertanian tgl 14 Februari 2014 melaunching Kalender Tanam (KATAM) untuk musim tanam 2 (Februari – Mei) 2013. Sebelum di Launching, Tim penyusun KATAM BADAN Litbang Pertanian di Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi tgl 11 Februari 2014 melakukan rapat koordinasi untuk penyempurnaan KATAM. Rapat koordinasi dipimpin oleh Kepala Balai Penelitian Agroklimat dan Hidorologi, dihadiri antara lain oleh Prof. Dr. Irsal Las dari BBSDLP, Prof. Dr. Arief Harsono dari Balitkabi, Dr. Priyatna dari BB Padi, dan sejumlah peneliti Tim KATAM yang dikoordinir oleh Dr. Yayan. Komoditas utama yang dibahas adalah padi, jagung dan kedelai utamanya untuk mengantisipasi cekaman di wilayah rawan Banjir, kekeringan dan gangguan hama. Prof. Dr Arief Harsono menyarankan untuk pengembangan kedelai di wilayah yang tidak tergolong rawan banjir, kekeringan, dan gangguan hama harus menggunakan varietas populer berumur pendek hingga sedang dan berbiji besar antara lain: Anjasmoro, Argomulyo, dan Grobogan, serta memperhatikan preferensi petani di daerah khusus misalnya di Ponorogo petani lebih suka menggunakan Gepak Ijo sebagai bahan baku tahu. Detam-1 dan Detam-2 untuk kecap dan lain sebagainya. Di wilayah rawan kekeringan dianjurkan menggunakan varietas Dering 1, Wilis, dan Dieng yang relatif toleran terhadap cekaman kekeringan. Di daerah rawan banjir atau jenuh air, menggunakan varietas Manglayang, Arjasari atau Kawi, sedangkan di daerah rawan gangguan hama disarankan menanam varietas toleran gangguan hama, di antaranya adalah Ijen dan Argopuro.

KATAM dilaunching oleh Kepala Badan Litbang Pertanian dihadiri Kepala BBSDLP dan Kepala Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas Udara Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika sebagai nara sumber, Kepala Dinas Pertanian Jawa Barat dan Jawa Timur sebagai narasumber dan pengguna, serta Kepala BPTP sebagai pengguna, dan para peneliti Badan Litbang Pertanian. Pada kesempatan tersebut Balitkabi diwakili oleh Prof. Dr. Arief Harsono. Kepala Badan Litbang Pertanian menyatakan bahwa KATAM sangat dibutuhkan para petani dan para pengambil kebijakan untuk keberhasilan produksi tanaman pangan, terutama dalam pengaturan polatanam padi dan palawija, sesuai ketersediaan air, termasuk varietas dan dosis pupuk yang dianjurkan. KATAM setiap tahun selalu diupdate, terutama dalam penentuan Musim Tanam (MT) I bulan September-Januari, MT II bulan Februari – Mei, dan MT III untuk bulan Juni-Agustus. Dengan berpedoman pada KATAM, diharapkan risiko terjadinya cekaman banjir/genangan, kekeringan dan gangguan hama dapat dihindari, sehingga tanaman mampu tumbuh optimal dan memberikan hasil maksimal.

AH/AW