Berita » Peran Balitkabi dalam Bimbingan Teknis Teknologi Budidaya Porang di Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat

Diskusi teknologi budidaya tanaman porang dengan peserta bimtek secara virtual

Diskusi teknologi budidaya tanaman porang dengan peserta bimtek secara virtual

Sebagai salah satu mandat unit pelaksana teknis untuk memasifkan hilirasi inovasi pertanian tanaman pangan, Balitkabi secara nyata mewujudkannya dengan kegiatan bimbingan teknis (bimtek) tanaman porang di Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat. Merespons surat dari Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Nusa Tenggara Barat (BPTP NTB) perihal permintaan nara sumber bimbingan teknologi budidaya porang, Balitkabi menugaskan Eriyanto Yusnawan, SP, Ph.D yang merupakan salah satu tim porang Balitkabi untuk menyampaikan materi secara virtual pada tanggal 22 Juli 2021 di Desa Matua, Kecamatan Wajo, Kabupaten Dompu. Rangkaian acara yang diselenggarakan adalah sambutan penyelenggara, sambutan Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Pertanian, pembukaan acara, paparan peran legislatif mendukung program pembangunan pertanian di NTB, penjelasan dukungan Pemda untuk pengembangan pertanian di Kabupaten Dompu, teknologi budidaya porang, teknologi produksi benih jagung hibrida, dan teori serta praktek pembuatan MOL untuk meningkatkan mikroorganisme tanah mendukung budidaya jagung dan porang.

Tema besar kegiatan bimtek yang dilaksanakan oleh BPTP adalah Sejahtera dengan Porang dan Jagung. Pada kesempatan tersebut Balitkabi menyampaikan materi Teknologi Budidaya Tanaman Porang (Amorphophallus muelleri Blume). Dalam paparannya, Eriyanto menyampaikan bahwa porang merupakan komoditas primadona baru yang menjadi salah satu program unggulan yang dicanangkan oleh pemerintah selain sarang burung walet. Eriyanto juga menyampaikan bahwa untuk mengetahui dinamika porang dan update-nya, masyarakat dapat mengakses informasinya pada website Balitkabi. Sebelum komoditas porang booming beberapa tahun terakhir, pada tahun 2015 Balitkabi telah meluncurkan buku monograf dengan judul “Tanaman Porang: Pengenalan, Budidaya dan Pemanfaatannya”. Monograf ini juga telah diunggah di website Balitkabi. Ini merupakan bukti bahwa komoditas ini sudah sejak lama menjadi perhatian Balitkabi.

Selanjutnya dipaparkan bahwa budidaya tanaman porang tidaklah rumit, selama memahami syarat-syarat tumbuh tanaman ini, antara lain tersedia cukup air selama pertumbuhan, lahan subur, gembur, pH netral (pH 6-7), intensitas matahari yang diterima tanaman tidak terlalu tinggi, 60-70 %, yang dapat dimodifikasi dengan pemberian naungan alami (sesuai habitat alami porang) dan naungan buatan terutama di dataran rendah. Porang mampu beradaptasi luas pada ketinggian 0 hingga lebih dari 1.000 meter di atas permukaan air laut, dengan ketinggian ideal 100-600 mdpl. Dipaparkan juga bagaimana menyiapkan benih, bahan organik, perawatan tanaman diantaranya pembersihan gulma, pengenalan hama dan penyakit utama, dan panen hingga prosessing menjadi chips. Sesi diskusi yang berlangsung kurang lebih 30 menit merupakan rangkaian acara sebelum penutupan pemaparan secara utuh budidaya tanaman porang.

Pemaparan materi bimbingan teknis teknologi budidaya tanaman porang secara virtual.

Pemaparan materi bimbingan teknis teknologi budidaya tanaman porang secara virtual.

EY/TS