Berita » Peneliti Balitkabi Latih Penyuluh Tiga Provinsi Kembangkan Benih Kedelai

Benih merupakan titik awal penting bagi produksi kedelai, oleh karenanya ketersediaan benih meski dikembangkan agar ketersediaanya terjaga sehingga mampu mendukung peningkatan produksi kedelai mulai tingkat usahatani lokal dan pada gilirannya akan mengatrol produksi kedelai nasional. Untuk itu peran penyuluh dalam pengembangan benih kedelai perlu terus didorong. Dalam kaitan itu tiga peneliti kedelai Balitkabi, Prof. Marwoto, Dr Titik Sundari, Ir Suhartina, M.S., dan Ir Gatut Wahyu, M.P., memberikan pelatihan materi pengembangan benih kedelai di hadapan 30 penyuluh pertanian tiga provinsi: Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Barat, di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan (12–18/3).
Tujuan pelatihan perbenihan adalah untuk meningkatkan kompetensi kerja penyuluh pertanian dalam transfer informasi dan teknologi perbenihan kedelai untuk mendukung program swasembada kedelai. Materi pokok yang disampaikan peneliti Balitkabi: (1) Program produksi perbenihan kedelai melalui JABALSIM disampaikan oleh Prof Marwoto, (2) Penilaian kultivar kedelai oleh Ir Gatut, (3) Pemurnian genetik varietas kedelai oleh Ir Suhartina, sementara (4) Dr Titik Sundari membawakan materi tentang Teknik produksi benih kedelai.

Dengan melatih para penyuluh ini diharapkan masalah benih kedelai yang penghambat peningkatan produksi kedelai dapat segera diatasi dan mampu mendorong percepatan adopsi teknologi produksi benih bermutu di tingkat lokal, sehingga benih kedelai dapat dikembangkan secara lebih ekonomis berbasis komunitas di lingkungan dekat usahataninya.

Penyuluh dari tiga provinsi: Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat dengan Prof Marwoto dan Widyaiswara pada Diklat Perbenihan Kedelai di BBPP Ketindan