Berita » Perayaan Hari Tanah Sedunia 2020

Menjaga tanah tetap hidup dan Melindungi keanekaragaman hayati, tema  Hari Tanah Sedunia 2020

Menjaga tanah tetap hidup dan Melindungi keanekaragaman hayati, tema Hari Tanah Sedunia 2020

Hari tanah sedunia (World Soil Day) diperingati setiap tanggal 5 Desember. Tahun ini merupakan peringatan hari tanah sedunia yang ke-7, peringatan pertama kali pada 5 Desember 2014. Keberadaan Hari Tanah Sedunia diharapkan akan membawa kesadaran masyarakat untuk menjaga tanah sebagai habitat mahluk hidup secara terus menerus, apalagi realita bahwa dibeberapa bagian tanah di dunia telah rusak atau terdegradasi akibat berbagai faktor.

Pada perayaan Hari Tanah Sedunia tahun 2020 ini, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) menyelenggarakan berbagai kegiatan dalam rangka perayaan Hari Tanah Sedunia  mulai tanggal 3- 8 Desember 2020 secara on line karena adanya pandemi Covid-19. Dengan mengusung tema “ keep soil alive, protect soil biodiversity” disampaikan oleh  Dr.Husnain, M. Sc.  Kepala BBSDLP bahwa tujuan diselenggarakannya peringatan Hari Tanah Sedunia adalah agar masyarakat mempunyai perhatian untuk menjaga ekosistem yang sehat sehingga keanekaragaman hayati tanah dapat terjaga, serta dapat menjadi agen kesehatan tanah yang mendorong berbagai pihak (pemerintah, akademisi, swasta, dan masyarakat) untuk memahami pentingnya kesehatan tanah.

Masih dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Tanah Sedunia pada  7 Desember 2020 BBSDLP Balitbangtan melakukan  soft launching Sistem Informasi Standing Crop (SISCrop)  1.0. Soft launching dipimpin oleh Kepala Badan Litbang Pertanian  Dr. Ir. Fadjry Djufry M.Si. didampingi Kepala BBSDLP Dr. Husnain, M. Sc., Kepala Puslitbang Tanaman Pangan Dr. Priatna Sasmita, M. Si, dan Kepala Puslitbang Peternakan Dr. Drh. Agus Susanto, M. Si. Tamu undangan yang hadir dalam acara ini yakni undangan secara langsung di Kantor Pusat Balitbangtan dan secara virtual yang dihadiri oleh peneliti-peneliti lingkup Badan Litbang Pertanian, pejabat dan profesor dari universitas terkemuka di Indonesia melalui video confence  dengan diikuti kurang lebih 456 partisipan.

Diawali dengan Talkshow bertema“Menelusuri Food Estate” dengan narasumber diantaranya Prof. Dr. Ir Imam Mujahidin (Staf Khusus Menteri Bidang Kebijakan Pertanian, Kementan) tema “Strategi dan kebijakan pemerintah dalam membangun kemandirian pangan melalui Kawasan Food Estate” ; Dr. Sarwo Edhy, MM (Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementan) tema “ Program Nasional Tahun 2020: Food estate Kalimantan Tengah; Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si (Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian)  tema “ Progres Center of Excellence (COE) dan Informasi SDL untuk Food Estate Kalimantan Tengah; Prof Supiandi Sabiham (Ketua Umum Himpunan Gambut Indonesia (HGI) tema “Tantangan lahan rawa untuk food estate di Indonesia”. Dengan pembahas dalam kegiatan talk show ini yakni Prof. Dr. Bustanul Arifin dan Prof. Dr. Budi Mulyanto, dengan moderator  Dr. Prama Yufdy, M.Sc.

Pada saat soft launching SISCrop 1.0 oleh Dr. Ir. Fadjry Djufry M.Si., menyampaikan  bahwa  SIScrop 1.0 merupakan salah satu sistem informasi yang masih terus dikembangkan. Sistem ini merupakan updating dari sistem informasi yang sudah ada sebelumnya seperti kalender panen terpadu dengan menggunakan citra satelit. SISCrop menggunakan citra satelit Sentinel-1 yang dapat tembus awan sehingga informasi permukaan bumi dapat diperoleh pada musim hujan. SISCrop ini diketahui dapat memprediksi fase tanam, produktifitas dan IP tanaman padi. Model ini telah dikembangkan dan diidentifikasi di wilayah Jawa, Nusa Tenggara dan Banten, dengan akurasi data luas tanam dan luas panen sudah di atas 90 % sedangkan data produktivitas baru sekitar 82 %. Diperkirakan dalam pertengahan tahun 2021 data seluruh provinsi di Indonesia telah diperoleh, sehingga dapat mendukung pengembangan sistem ini.

tanah

Saat soft launching SISCrop 1.0 pada perayaan Hari Tanah Sedunia 2020

Saat soft launching SISCrop 1.0 pada perayaan Hari Tanah Sedunia 2020

EU