Berita » Percepat Capaian Target Kedelai, Dinas TPH Garut Gali Teknologi di Balitkabi

1-garut-3

Untuk mendukung program Swasembada Kedelai 2014, Kabupaten Garut menargetkan produksi kedelai kering 16.623 ton pada tahun 2012 ini. Hingga akhir Juni 2012 produksi kedelai di Garut mencapai 11.000 ton dan 6 bulan berikutnya diharapkan jumlah produksi kedelai bisa menembus angka 18.000 ton. Untuk mempercepat capaian target tersebut maka langkah yang ditempuh dengan menambah luas areal tanam kedelai dan intensifikasi kedelai melalui penyediaan benih varietas unggul, penerapan teknologi budidaya kedelai yang tepat termasuk pengendalian OPT. “Untuk itu kami berharap mendapat tambahan pengetahuan dan keterampilan teknologi budidaya kabi khususnya kedelai dan ubijalar dari Balai ini”, tutur Ir. H. Tatang Hidayat, MP, Kadis TPH Garut yang mendampingi Rombongan Petani dan Penyuluh Pertanian Garut.

Rombongan terdiri dari 25 orang, diterima oleh Dr. Suharsono mewakili Kepala Balitkabi di Aula Balitkabi (12/10/2012). Dalam penerimaan kunjungan, Beliau menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan ini dan sangat mendukung program pengembangan kedelai dalam mewujudkan Swasembada Kedelai tahun 2014 dan pengembangan umbi-umbian sebagai sumber pangan alternatif.

Para Petani dan Penyuluh mendapat penjelasan Teknologii Budidaya Kedelai dari Dra. Suryantini, Purwantoro,SP menyampaikan materi Varietas Unggul Kedelai, Ir. St. Rahayungningsih,MS menyampaikan materi Teknik Budidaya Ubijalar dan varietasnya, dan materi Hama Penyakit pada kabi disampaikan oleh Ir. Sri Wahyuni I, MS.

Selain menerima paparan materi dan diskusi di ruangan, pengunjung dipandu Ir. Margono R, MS melihat visitor plot aneka varietas kacang dan umbi, galur harapan kacang dan umbi, serta koleksi umbi-umbian dari beberapa daerah di KP Kendalpayak. Setelah dari kebun, pengunjung dibawa ke UPBS. Mereka mencermati cara sortasi benih kedelai, kacang hijau, dan kacang tanah. Di UPBS mereka dipandu oleh Ir. Suluh Pambudi.

Kunjungan lapang di lokasi pertanaman kedelai KP Kendalpayak.

Pak Purwantoro memperkenalkan varietas unggul kedelai, kacang tanah, dan kacang hijau.